FSGI Catat 60 Kasus Kekerasan di Sekolah Sepanjang 2025
Ada oknum guru yang terlibat kekerasan
Dari 17 pelaku, ada satu oknum guru perempuan sebagai pelaku kekerasan seksual terhadap siswanya yang berusia 16 tahun.
"Kekerasan seksual tidak hanya terjadi sekolah berasrama, tapi juga di sekolah-sekolah umum yang tidak berasrama," ungkapnya.
Sedangkan kekerasan psikis berada diurutan ketiga setelah kekeras fisik dan seksual, yaitu sebanyak delapan kasus 13,33 persen, dimana 37,5 persen korban kekerasan psikis sampai memutuskan bunuh diri yaitu sebanyak 3 orang.
Keputusan seseorang untuk menyakiti dirinya sendiri atau bunuh diri umumnya karena mengalami stres berkepanjangan yang tidak tertangani sehingga korban memasuki fase depresi.
Sementara kasus bully atau perundungan ada empat kasus, sebesar 6,67 persen korban bully yang tidak tertangani kemudian melakukan tindakan balas dendam.
"Bahkan kasus peledakan bom di salah satu SMAN di Jakarta Utara diduga kuat juga merupakan korban bully yang kemudian melakukan tindakan pembalasan dendam. Peledakan bom tersebut, setidaknya melukai 96 korban," ucapnya.
"Terkait kasus diskriminasi dan intoleransi sepanjang tahun 2025 hanya ada satu kasus 1,67 persen," jelas Retno. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!