Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Frekuensi Buang Air Kecil Bisa Tunjukkan Kesehatan Pencernaan, Apa Artinya Jika Terlalu Sering atau Jarang?

Desi Rossilawati
Kamis, 2 Januari 2025 | 01:55 WIB
Bagikan
Frekuensi Buang Air Kecil Bisa Tunjukkan Kesehatan Pencernaan, Apa Artinya Jika Terlalu Sering atau Jarang?
VISI.NEWS | BANDUNG - Frekuensi buang air kecil ternyata bisa menjadi indikator penting untuk menilai kesehatan sistem pencernaan. Pada umumnya, orang yang sehat buang air kecil sekitar enam hingga delapan kali sehari, atau setiap tiga hingga empat jam. Namun, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi jumlah tersebut. Menurut Dr. Jamin Brahmbhatt, seorang ahli urologi di Orlando Health, idealnya seseorang hanya perlu bangun sekali atau tidak sama sekali di malam hari untuk buang air kecil. Jika lebih sering terbangun, bisa jadi ada masalah dengan kesehatan. "Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda, jadi tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua orang," katanya. Brahmbhatt menambahkan, konsumsi air dalam jumlah banyak atau minuman yang diuretik, seperti alkohol, teh, dan kopi, bisa menyebabkan seseorang buang air kecil lebih sering. Cuaca panas dan banyak berkeringat juga bisa membuat frekuensi buang air kecil berkurang. Penting untuk mengetahui apa yang normal bagi tubuh Anda. Jika Anda tiba-tiba lebih sering atau lebih jarang buang air kecil dari biasanya, hal itu bisa menjadi pertanda ada masalah kesehatan yang perlu diperiksa, terutama jika itu mulai mengganggu kualitas hidup. Selain konsumsi cairan, frekuensi buang air kecil yang berlebihan juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti sindrom kandung kemih terlalu aktif, diabetes, infeksi saluran kemih, atau pengaruh obat-obatan diuretik yang biasa digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau masalah jantung. Kehamilan juga dapat memengaruhi frekuensi buang air kecil, karena tubuh membutuhkan lebih banyak cairan dan meningkatkan metabolisme air. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.