Forum Konstituen Gelar Dialog & Solusi Bersama Dadang Supriatna
"Dalam tiga tahun ini, IKLH kita meningkat dari 52 poin pada 2021 menjadi 56 poin pada 2023. Ini menunjukkan bahwa upaya kita dalam pengelolaan lingkungan hidup sudah mulai membuahkan hasil," kata Dadang Supriatna.
Meskipun ada kontribusi besar dari IKU, IKA masih rendah dan membutuhkan perhatian lebih, terutama untuk lahan seluas 77 ribu hektar yang harus dikelola dengan baik. Dalam hal pengelolaan sampah, Dadang mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung telah melakukan berbagai inovasi, seperti Gerakan Lubang Cerdas Organik (LCO), pengelolaan sampah di tingkat RW dengan program Pemilah Pemilih Sampah, dan pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar.
"Kami pemerintah daerah ada inovasi 4 hal yaitu, Gerakan LCO (Lubang Cerdas Organik), pengelolaan di Tingkat RW (Pemilah Pemilih Sampah), dan penggunaan minyak jelantah sebagai bahan bakar," jelas Dadang.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkenalkan mesin MDF untuk mengelola 1208 ton sampah per hari.
Dadang juga menekankan pentingnya memperbaiki akhlak dan kebiasaan masyarakat dalam hal membuang sampah. Ia mengapresiasi Presiden Prabowo dan Menteri Pendidikan dalam upaya mengedukasi masyarakat tentang lingkungan sejak dini.
"Saya usulkan edukasi lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi," usulnya.
Dadang juga menekankan bahwa pendidikan karakter wajib dilakukan di Kabupaten Bandung, dengan kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan seni untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berbudaya.
"Pendidikan karakter wajib dilakukan di Kabupaten Bandung. Kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan seni sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berbudaya," pungkasnya. @mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!