Fortusis: Praktek Ketidakjujuran Makin Merajalela di Proses Penerimaan Siswa Baru (PPDB)
VISI.NEWS | BANDUNG - Organisasi Masyarakat Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) menyesalkan praktek kecurangan di proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) semakin marak terjadi di Jawa Barat.
Koordinator Fortusis Jawa Barat Dwi Subawanto menyatakan jika berbagai kecurangan semakin marak terjadi di setiap tahun. Praktek kecurangan yang kerap muncul di PPDB adalah manipulasi berbagai dokumen siswa agar bisa mendapatkan kemudahan untuk diterima di suatu sekolah.
Hal ini muncul di berbagai jalur penerimaan. Di jalur untuk siswa tidak mampu, praktek kecurangan yang terjadi biasanya berupa pemalsuan surat keterangan tidak mampu.
Di jalur untuk siswa berprestasi, praktek manipulasi yang dilakukan berupa pemalsuan berbagai sertifikat kejuaraan. Adapun praktek kecurangan yang terjadi di jalur zonasi adalah manipulasi data kependudukan contohnya berupa Suket.
Fortusis menekankan jika praktek kecurangan di jalur zonasi mendominasi jumlah pengaduan yang dilakukan oleh orang tua ke lembaganya.
“Pengaduan yang kerap muncul adalah ada siswa yang diterima di suatu sekolah padahal jarak rumahnya lebih jauh daripada siswa yang tidak diterima”, ungkap Dwi, dalam keterangannya kepada VISI.NEWS Rabu (19/07/2023).
Dwi menyebut hal ini, menunjukkan adanya dua kemungkinan kecurangan yang dilakukan. Pertama, adalah manipulasi di proses data entry yang dilakukan oleh panitia PPDB. Kedua, pemalsuan surat keterangan domisili (Suket) oleh orang tua siswa.
Dirinya menambahkan jika maraknya berbagai pelanggaran ini menunjukkan jika kecurangan di proses PPDB sudah melibatkan banyak pihak. Tidak terbatas di oknum di lingkungan dinas pendidikan atau sekolah saja, namun juga sudah melibatkan oknum aparat di sektor kependudukan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!