Forhati Nasional Apresiasi Komitmen Prabowo: Berikan Penghargaan Buruh Rumah Tangga
VISI.NEWS | BANDUNG - Organisasi Forhati Nasional menyampaikan apresiasi atas komitmen nyata Presiden Prabowo Subianto dalam memperjuangkan hak-hak buruh dan pekerja rumah tangga di Indonesia.
Mengutip dari rillis yang di terima VISI.NEWS, Jumat (2/5/2025), Koordinator Presidium Forhati Nasional serta Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Jamilah Abdul Gani, menegaskan bahwa organisasi ini akan mengawal penuh pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan memberikan penghargaan kepada pekerja rumah tangga yang telah bekerja selama 24 jam tanpa henti.
Dalam acara panggung orasi di Monas pada Kamis (1/5/2025), yang bertepatan dengan hari libur nasional yang dirayakan oleh gerakan serikat buruh dan pekerja dari berbagai daerah berkumpul untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial mereka. Untuk pertama kalinya, pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo kembali menunjukkan dukungannya terhadap perjuangan perempuan pekerja dan rakyat Indonesia.
Koordinator Forhati Nasional menegaskan bahwa kehadiran Presiden di acara tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah terhadap masa depan buruh dan kesejahteraan buruh di Indonesia. Beberapa poin penting yang disampaikan adalah:
1. Menghapus sistem outsourcing secepat mungkin, tanpa mengabaikan kepentingan investor. Beliau akan membentuk Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKN) untuk mempelajari mekanisme penghapusan sistem tersebut.
2. Pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) akan dimulai pekan depan.
“Mudah-mudahan tidak lebih dari tiga bulan, undang-undang ini akan selesai,” ucapnya.
3. Segera membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, yang akan diisi oleh tokoh tokoh buruh dari seluruh Indonesia. Dewan ini akan menjadi mitra pemerintah dalam mengkaji regulasi dan memberi masukan soal perlindungan buruh.
Selain itu, Forhati Nasional juga menggaungkan pentingnya perlindungan terhadap perempuan, termasuk pekerja rumah tangga, yang rentan terhadap kemiskinan, kerentanan medis, dan ketidakpastian tenaga kerja. Organisasi ini menyerukan agar hak-hak perempuan pekerja dilindungi secara hukum dan diberikan penghargaan yang setimpal.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri lebih dari 200.000 buruh dan pekerja dari berbagai daerah, menandai semangat kebersamaan dan perjuangan untuk keadilan sosial di Indonesia. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!