Folarin Balogun Jadi Incaran PSG dan Tottenham Usai Bersinar di Piala Dunia
Penyerang AS Monaco dan Tim Nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun./visi.news/ist.
"Look what he's done in the last couple games (Lihat apa yang telah dia lakukan dalam beberapa pertandingan terakhir)," kata Christian Pulisic.
Menurut Pulisic, Balogun tidak hanya memberikan kontribusi melalui gol, tetapi juga menjadi sosok rekan setim yang positif.
"But that's not the only reason why we're happy he's born in America. He's just an awesome teammate to have around. Getting to know him over the last couple of years has been great. He's such a nice guy, and obviously you can see a killer when he's on the field (Tapi itu bukan satu-satunya alasan kami senang dia lahir di Amerika. Dia adalah rekan setim yang luar biasa untuk dimiliki. Mengenalnya selama beberapa tahun terakhir sangat menyenangkan. Dia orang yang sangat baik, dan jelas Anda bisa melihat sisi ‘pembunuh’ dalam dirinya saat berada di lapangan)," tutur Christian Pulisic.
Kisah kewarganegaraan Balogun juga menjadi perhatian sejumlah kalangan. Pengacara asal Long Beach, David Boyle, menilai status kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir memberikan dampak positif bagi Amerika Serikat.
"Here see ‘birthright serendipity,’ where Folarin Balogun's mother's advanced pregnancy actually helped the U.S., since her talented son can now play for America (Di sini terlihat apa yang disebut ‘birthright serendipity’, di mana kehamilan lanjut ibu Folarin Balogun secara tidak sengaja menguntungkan Amerika Serikat, karena putranya yang berbakat kini bisa bermain untuk Amerika)," kata David Boyle.
"America has been rewarded many times for its generosity to birthright-citizen babies. Those infant immigrants who have received much, but sometimes grow up to give back even more (Di sini terlihat apa yang disebut ‘birthright serendipity’, di mana kehamilan lanjut ibu Folarin Balogun secara tidak sengaja menguntungkan Amerika Serikat, karena putranya yang berbakat kini bisa bermain untuk Amerika)," tambah David Boyle.
Pandangan serupa disampaikan Profesor Hukum dari Indiana University, Gerard Magliocca, yang menilai kiprah Balogun menjadi contoh kontribusi nyata dari warga negara berdasarkan tempat lahir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!