Fluminense Diburu Tekanan Saat Menjamu La Guaira
fluminense vs la guaira./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Fluminense menghadapi laga penentuan saat menjamu Deportivo La Guaira pada pertandingan terakhir fase grup Copa Libertadores di Stadion Maracanã. Klub asal Rio de Janeiro itu berada dalam posisi yang tidak nyaman setelah serangkaian hasil yang membuat peluang mereka lolos ke fase berikutnya semakin menipis. Situasi tersebut juga memunculkan sorotan besar terhadap pelatih asal Argentina, Luis Zubeldía, yang dinilai belum mampu membawa 'Flu' tampil stabil di kompetisi paling bergengsi Amerika Selatan itu.
Tekanan terhadap Fluminense tidak hanya datang dari kewajiban meraih kemenangan di kandang sendiri. Mereka juga harus berharap hasil pertandingan lain menguntungkan. Jika Bolívar mampu menang atas Independiente Rivadavia, maka peluang Fluminense untuk bertahan di Copa Libertadores otomatis tertutup. Artinya, laga di Maracanã bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian mental bagi skuad yang musim ini sempat digadang sebagai salah satu kekuatan Brasil.
Meski berada dalam tekanan besar, Fluminense tetap memiliki modal penting. Mereka sedang menikmati tren positif di kandang dengan catatan lima pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi. Dukungan publik Maracanã juga diperkirakan menjadi faktor yang dapat meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Dalam laga Libertadores sebelumnya, Fluminense akhirnya meraih kemenangan pertama setelah mengalahkan Bolívar dengan skor 2 1.
Kemenangan itu sedikit mengurangi tekanan, tetapi belum sepenuhnya menutup keraguan terhadap konsistensi tim. Fluminense memang terlihat produktif dalam menyerang dengan torehan 31 gol di semua pertandingan musim ini. Namun, persoalan utama mereka terletak di lini belakang. Tim asuhan Luis Zubeldía selalu kebobolan setidaknya satu gol dalam lima pertandingan terakhir mereka. Situasi tersebut membuat Fluminense terlihat rapuh ketika menghadapi tekanan balik dari lawan.
Di tengah masalah pertahanan itu, duet John Kennedy dan Luciano Acosta menjadi harapan utama tuan rumah. John Kennedy tampil tajam sebagai penyelesai akhir dengan koleksi 10 gol dan satu assist musim ini. Sementara Luciano Acosta mampu memberikan kreativitas di lini tengah dan membantu aliran serangan tetap hidup. Kombinasi keduanya menjadi senjata penting bagi Fluminense untuk membongkar pertahanan lawan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!