Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Minggu, 12 Juli 2026 | 12:23 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS – Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 yang digelar di Taman Nara Bestari, Kecamatan Patrang, Sabtu (11/7/2026), tidak hanya menjadi panggung bagi para pelaku seni, tetapi juga menjadi media edukasi untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Mengusung konsep yang memadukan seni, budaya, dan ekologi, festival ini menghadirkan beragam pertunjukan mulai dari teater, tari, musik, seni rupa, instalasi artistik, hingga digital art yang berpadu dengan keindahan lanskap alam. Ribuan pengunjung diajak merasakan pengalaman budaya yang menempatkan alam sebagai bagian utama dari ruang pertunjukan.

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMP Dinas Pendidikan Jember, Rahayuningsih, menilai festival tersebut menjadi sarana efektif untuk membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Menurutnya, kunang-kunang bukan sekadar serangga yang identik dengan cerita rakyat, melainkan indikator alami yang menunjukkan kualitas lingkungan. Keberadaan kunang-kunang menandakan ekosistem yang masih sehat, udara yang bersih, serta minim pencemaran.

"Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diajak memahami bahwa menjaga lingkungan berarti menjaga keberlangsungan kehidupan berbagai makhluk, termasuk kunang-kunang yang kini semakin sulit ditemukan," ujarnya.

Ia mengapresiasi penyelenggara yang mampu mengemas isu lingkungan melalui pendekatan seni dan budaya sehingga lebih mudah diterima berbagai kalangan, terutama generasi muda. Harapannya, festival tersebut mampu menumbuhkan kesadaran kolektif agar masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian alam di Kabupaten Jember.

Sementara itu, Founder Rumah Budaya Nara Bestari, Hadi Poernomo, menjelaskan bahwa Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman, komunitas, akademisi, pelajar, relawan, dan masyarakat dalam proses penciptaan karya yang berpijak pada nilai-nilai budaya dan ekologi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.