Ferry–TNI Berdamai, Isu Grup WA Mengemuka
Dalam potongan chat yang diunggah Ferry, muncul candaan soal senjata hingga obrolan yang, menurut pembawa acara, dapat dimaknai sebagai ajakan “menonaktifkan” lawan (istilah “di-NIP”). Meski konteks dan keaslian perlu verifikasi, bocoran itu menambah kekhawatiran tentang keterlibatan jaringan buzzer dalam orkestrasi opini dan serangan personal.
Agi dan Hersubeno menegaskan isu “darurat militer” tidak relevan dengan fakta di lapangan. Mereka menjelaskan tahapan keadaan darurat tidak sederhana, dan langkah ekstrem justru akan merugikan pemerintah. Narasi tentang “faksi-faksi” yang diduga bermain dinilai memperkeruh suasana serta menghambat pemulihan stabilitas.
Ferry menyatakan tetap percaya TNI dan Polri sebagai pelindung warga, bukan pemidananya. Ia menekankan pentingnya kinerja pemerintah sebagai “sistem imun” negara—bahwa stabilitas lahir dari pemenuhan kebutuhan rakyat dan tegaknya keadilan, bukan dari represi terhadap kritik. Off The Record FNN menutup dengan menilai perdamaian Ferry–TNI sebagai langkah de-eskalasi, seraya menunggu klarifikasi institusional atas isu “buzzer dan grup WA” serta komitmen menertibkan perang siber demi memulihkan kepercayaan publik.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!