Fenomena Terminal Lucidity: Pasien Kritis Mendadak Pulih Sebelum Akhir Hayat
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 3 Januari 2025 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Julie McFadden, seorang perawat hospice di California, Amerika Serikat, mengungkapkan fenomena unik yang dikenal sebagai terminal lucidity. Kondisi ini terjadi pada pasien yang sakit parah atau mendekati ajal, di mana mereka tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda pemulihan seperti peningkatan energi, kejernihan mental, dan kewaspadaan.
Menurut McFadden, terminal lucidity dapat terlihat dari pasien yang tampak lebih sehat, berbicara dengan lancar, mengingat detail yang sebelumnya sulit mereka akses, atau bahkan meminta makanan favorit mereka. Namun, dalam hitungan jam atau beberapa hari, pasien biasanya meninggal dunia.
Fenomena ini, meski tampak menggembirakan, bukanlah tanda kesembuhan.
"Bagian yang sulit adalah menikmatinya saat hal itu terjadi dan mengetahui bahwa mereka kemungkinan akan meninggal tak lama setelahnya," ujar McFadden seperti dikutip dari Daily Mail pada Rabu (1/1/2025).
Hingga kini, para ahli belum menemukan alasan pasti yang memicu terminal lucidity. Namun, penelitian menunjukkan kemungkinan adanya lonjakan aktivitas otak atau neurotransmitter terkait stres yang memberikan "energi terakhir" pada pasien.
Penelitian lain menyebut otak yang kekurangan oksigen dapat menghasilkan peningkatan gelombang gamma—gelombang otak tercepat yang berfungsi saat seseorang memproses informasi dengan sangat waspada. Selain itu, otak melepaskan neurotransmitter seperti serotonin, yang dapat meningkatkan suasana hati sebelum kematian.
Terminal lucidity diperkirakan dialami oleh sekitar satu dari tiga pasien yang mendekati akhir hidupnya, terutama dalam layanan hospice, di mana fokus perawatan adalah meningkatkan kualitas hidup pasien stadium akhir.
McFadden mengingatkan pentingnya menikmati momen ini sebagai hadiah terakhir dari orang yang dicintai.
"Tidak ada yang terbukti secara ilmiah atau dipelajari untuk memberi tahu kita secara pasti mengapa hal itu terjadi. Cobalah untuk tetap hadir di saat orang yang Anda kasihi mengalami hari yang sangat baik. Anggaplah itu sebagai berkat, hampir seperti hadiah yang diberikan orang yang Anda kasihi kepada Anda," ujarnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!