Farhan Buat Solusi Cerdas untuk PKL di Kota Bandung
VISI.NEWS | KOTA BANDUNG -Calon Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengemukakan strategi baru untuk menangani relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung. Dalam pertemuan dengan PKL di kawasan Cicadas, Farhan menekankan pentingnya memperhatikan tingkat keramaian dan lokasi strategis dalam proses relokasi agar tidak ada yang merasa dirugikan.
Farhan menjelaskan, penataan PKL harus dilakukan dengan perencanaan yang matang. Ia berjanji bahwa jika terpilih dalam Pilwalkot Bandung 2024, ia tidak akan melakukan penataan secara sembarangan. "PKL tidak mungkin digusur. Kalau digusur, nanti ribut, karena ini masalah nafkah," tegasnya.
Dia juga menyatakan bahwa keberadaan PKL, atau lebih tepatnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sangat penting, terutama dalam konteks potensi mereka untuk mengatasi PHK massal yang mungkin terjadi di tahun 2025. Farhan percaya bahwa mantan pekerja pabrik dapat beralih menjadi pengusaha UMKM.
Farhan mengajak para PKL untuk bersikap kooperatif agar kedua belah pihak dapat saling diuntungkan. "Makanya kita harus kerja sama, ulah paguntreng (jangan berselisih), teu aya untungna (enggak ada untungnya)," katanya.
Ia menegaskan bahwa dalam penataan PKL, lokasi baru harus ramai pengunjung. "Kalaupun ada penataan PKL, kita pastikan tempat barunya harus yang ramai didatangi orang. Kalau tempatnya sepi, siapa yang mau beli?" ujarnya.
Farhan juga menjelaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan tempat yang ramai agar PKL dapat berjualan dengan baik. "Selama tidak bisa menciptakan tempat yang ramai, maka PKL tidak bisa ditata," tambahnya.
Sebagai contoh konkret, Farhan berencana untuk merevitalisasi Teras Cihampelas agar menjadi lokasi yang menarik bagi masyarakat. "Bagaimana caranya agar tempatnya jadi ramai didatangi warga," katanya.
Koordinator PKL Cicadas, Herman, menyambut baik inisiatif Farhan dan berharap pemerintah memperhatikan nasib PKL saat merelokasi. Ia mengapresiasi pendekatan Farhan yang lebih matang dalam merencanakan kebijakan terkait PKL. "Bagaimana pun ini sumber penghasilan kami. Jadi mohon ada kebijakan yang benar-benar bijak," ungkapnya.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!