Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Fadli Zon Tegaskan Tak Ada Istilah ‘Sejarah Resmi’

Desi Rossilawati
Senin, 26 Mei 2025 | 16:30 WIB
Bagikan
Fadli Zon Tegaskan Tak Ada Istilah ‘Sejarah Resmi’
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penulisan ulang sejarah Indonesia yang saat ini tengah disusun bukan merupakan 'sejarah resmi' negara, melainkan bagian dari sejarah nasional yang ditulis oleh para akademisi dan sejarawan. "Nah, kalau ada menyebut official history atau sejarah resmi, ya, itu mungkin hanya ucapan saja, tetapi tidak mungkin ditulis ini adalah sejarah resmi tidak ada itu. Tetapi ini adalah sejarah nasional Indonesia ya yang merupakan bagian dari penulisan-penulisan dari para sejarawan," kata Fadli saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025). Fadli menyebut proses penulisan ini melibatkan 113 penulis, termasuk guru besar, profesor, doktor di bidang sejarah, hingga arkeolog dan ahli arsitektur. Para penulis ini berasal dari 34 perguruan tinggi dan 8 lembaga terkait. Proyek penulisan sejarah nasional ini ditargetkan rampung dan diluncurkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada Agustus 2025. "Sekarang baru dalam proses, yang menuliskan ini para sejarawan. Tahun ini (rencana diluncurkan), 80 tahun Indonesia merdeka," ujarnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.