Erupsi Anak Krakatau, TransNusa Sesuaikan Penerbangan

ED
PN
Senin, 7 September 2026 | 07:56 WIB
Bagikan
Erupsi Anak Krakatau, TransNusa Sesuaikan Penerbangan

 Pada Minggu, 6 September 2026, sejumlah penerbangan TransNusa dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta Bandara Internasional Radin Inten II mengalami penyesuaian operasional. Penyesuaian tersebut mencakup penundaan penerbangan dan pengalihan rute.

 Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan antisipatif untuk menghindari area ruang udara yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik. Dalam menentukan penyesuaian penerbangan, TransNusa mengacu pada Notice to Airmen (NOTAM), informasi terbaru mengenai kondisi ruang udara, serta arahan dari otoritas penerbangan terkait.

 Perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan yang muncul akibat perubahan jadwal maupun rute penerbangan. TransNusa memahami bahwa penyesuaian tersebut dapat berdampak terhadap agenda dan rencana perjalanan penumpang.

 Bagi penumpang yang penerbangannya terdampak, TransNusa menyediakan sejumlah bentuk penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah penjadwalan ulang penerbangan ke tanggal lain tanpa biaya tambahan sesuai persyaratan yang ditetapkan.

 Penumpang juga dapat memperoleh pilihan pengalihan rute melalui bandara alternatif yang masih beroperasi normal apabila kondisi memungkinkan. Selain itu, tersedia opsi pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku bagi penerbangan yang terdampak.

 Dalam kondisi tertentu, TransNusa juga memberikan layanan kepada penumpang berupa makanan dan minuman serta akomodasi bagi penumpang yang memenuhi ketentuan akibat keterlambatan penerbangan.

 Penumpang yang membutuhkan informasi mengenai penanganan penerbangan terdampak dapat menghubungi Call Center TransNusa di +62 21 6310 888. Informasi terbaru juga disampaikan melalui situs web dan kanal media sosial resmi TransNusa.

 Di tengah kondisi ruang udara yang dinamis, TransNusa juga terus berupaya mempertahankan konektivitas penerbangan. Perusahaan melakukan koordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, dan berbagai otoritas terkait untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap jaringan penerbangan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.