Erna Sari Dewi Soroti Pengawasan LPK oleh BSN yang Belum Optimal

Desi Rossilawati
Senin, 24 November 2025 | 20:24 WIB
Bagikan
Erna Sari Dewi Soroti Pengawasan LPK oleh BSN yang Belum Optimal

Namun Erna mempertanyakan mengapa tingkat ketidakpatuhan masih tinggi, sementara sistem mutu nasional didasarkan pada asumsi kepatuhan lembaga.

Lebih lanjut, Erna menilai adanya ketidakseimbangan antara desain sistem pengawasan dengan kapasitas lapangan yang dimiliki BSN dan KAN.

“Saya tidak melihat adanya keseimbangan antara desain sistem dengan kapasitas pengawasan yang sebenarnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya strategi cadangan ketika ada LPK berisiko tinggi atau lembaga yang melanggar aturan, sehingga kinerja layanan tidak kolaps dan reputasi nasional tetap terjaga.

Erna menyebut bahwa Indonesia telah memiliki pengakuan internasional seperti ILAC-MRA, IAF-MRA, dan EMLA, sehingga kredibilitas lembaga penilaian kesesuaian harus dijaga.

“Jangan sampai reputasi nasional kita rusak, karena itu akan memengaruhi daya saing industri,” katanya.

Sebagai langkah perbaikan, Erna meminta BSN menerapkan strategi pengawasan berbasis risiko (risk-based monitoring) untuk memprioritaskan pengawasan terhadap lembaga-lembaga yang masuk kategori berisiko tinggi.

“Ini penting untuk menghindari potensi risiko-risiko besar ke depan,” tutupnya. @givary

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.