Engkus Kusnadi, "Lulus" dari Ragam Ujian Membangun Pasar

ED
Jumat, 4 Agustus 2023 | 13:25 WIB
Bagikan
Engkus Kusnadi, "Lulus" dari Ragam Ujian Membangun Pasar

VISI.NEWS | SOREANG - Membangun pasar itu tidak semudah properti lainnya, tantangannya lebih besar, karena manfaatnya juga jauh lebih besar. Ini dirasakan oleh pengembang Pasar Banjaran H. Engkus Kusnadi.

Berbicara kepada VISI.NEWS, di ruang kerja Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung, akhir pekan kemarin, Direktur Utama (Dirut) PT. Bangun Niaga Perkasa (BNP) ini terkesan low profile. Putra kelahiran Garut yang sukses di Bekasi ini mengungkapkan bahwa perusahaannya memang spesialisasinya membangun pasar. "Jadi dinamika para pedagang saat akan dilakukan pembangunan itu kami sudah biasa. Bahkan ada yang lebih besar aksinya dari pada yang dilakukan di Banjaran," ungkapnya.

Tapi, ia merasa beruntung bisa mendapat kepercayaan untuk membangun pasar tersebut karena sudah belasan tahun baru sekarang bisa diwujudkan. "Saya sangat salut pada Pak Bupati Dadang ini, beliau konsisten dengan rencana, tapi mau juga mendengar suara pedagang, sampai jadi wakil pedagang untuk bernegosiasi untuk minta diakon 16 persen. Asal tahu saja, diskon 16 persen itu bukan uang kecil bagi kami, " ungkapnya.

Meski demikian, the show must go on bagi H. Engkus, apapun yang terjadi sudah menjadi resiko yang harus dihadapinya. "Yah, tapi mudah-mudahan saja ada keuntungan dari sektor lain, walaupun dari sisi pembangunan pasar mungkin tidak terlalu menguntungkan," ungkapnya.

Komprehensif

Engkus menyebutkan, Revitalisasi Pasar Banjaran ini akan dilakukan secara komprehensif karena tujuannya untuk menjadikan wajah Kota Banjaran menjadi lebih tertata dan asri. "Jadi, pasar yang akan kita bangun ini bukan hanya PKL-nya saja yang akan ditempatkan, juga sistem parkir kendaraannya akan lebih baik agar pembeli nyaman, begitu juga sistem drainase, kebersihan pasar, keamanan, tempat ibadah, dan yang lainnya sudah menjadi bagian dari rencana kami, " ungkapnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya akan membangun kios dan lapak pasar itu sampai 1.800 unit, karena setelah dikaji dari 1.064 pedagang eksisting itu sebelumnya ada yang punya dua sampai tiga kios, ada yang digabung ada juga yang terpisah. "Mereka harus dialokasikan juga sesuai dengan jumlah kepemilikan kios sebelumnya. Maka, dari kajian itu, kita akan menambah sampai 1.800 unit, di luar lokasi untuk PKL," ujarnya.

H. Engkus Kusnadi sendiri merupakan pengembang pasar yang sudah malang melintang di dunianya itu. Ia memulai karir ketika orang sibuk aksi demo menuntut Reformasi, ia membangun Pasar Induk Cibitung, Bekasi, dalam kondisi keuangan perbankan sedang terguncang hebat. "Sehingga untuk membangun pasar tersebut, saya sebagian menggunakan dana bank yang bunganya pada saat itu mencapai 50 persen," ungkapnya. Namun, ia lulus ujian membangun pasar induk tersebut.

Sejak 1998 berkiprah membanguan pasar sampai tahun 2023 ini, kata Engkus, sudah dibangun 20 unit pasar di berbagai kota/kabupaten. Dari 20 pasar tersebut, lebih dari 50 persennya sudah mendapat sertifikasi Standard Nasional Indonesia (SNI).

@mpa/asa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.