Empat Nama ‘Ngunci’ PKB Sidoarjo, Suara Nasih dan Usman Menguat, Usulan Nama Subandi Disortir
Ibnu Firdaus muncul sebagai alternatif, dengan jaringan internal yang dinilai solid di tingkat akar rumput. Satu nama yang tidak muncul adalah Subandi.
Dalam dinamika sebelumnya, ia disebut-sebut akan kembali masuk struktur PKB. Namun, forum tidak mencatat usulan tersebut. “Dia kan orang luar, sudah dipecat dari PKB,†kata Thoriqul Haq singkat.
Pernyataan itu merujuk pada ketentuan internal partai yang diatur dalam AD/ART PKB. Dalam regulasi tersebut, keanggotaan menjadi syarat utama untuk mengikuti proses pencalonan struktural. Tanpa status kader aktif, nama tidak dapat diproses dalam forum resmi.
Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid menegaskan pendekatan baru dalam penentuan kepemimpinan. Ia menyebut konsep “The Dream Team†atau tim impian sebagai arah organisasi ke depan.
“Tiga kriteria utama adalah kolektif kolegial, politik kehadiran, dan kemampuan mengurusi masalah,†ujarnya.
Kolektif kolegial berarti kepemimpinan berbasis tim, bukan individu. Politik kehadiran menekankan keaktifan pemimpin di tengah masyarakat setiap hari. Sementara “mengurusi, bukan menjadi urusan†mengacu pada fungsi pelayanan publik yang efektif.
Konsep tersebut selaras dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, yang menegaskan fungsi partai sebagai sarana pendidikan politik, penyalur aspirasi, dan perekrut kepemimpinan nasional maupun daerah. Dalam praktiknya, DPC memiliki peran strategis.
Selain mengelola kaderisasi, DPC menjadi penentu arah dukungan politik lokal, termasuk dalam Pilkada. Posisi ketua DPC beririsan langsung dengan kebijakan legislatif dan komunikasi dengan eksekutif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!