Elon Musk Mundur dari Gedung Putih, Kritik RUU Anggaran Trump
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 4 Juni 2025 | 21:30 WIB
VISI.NEWS | WASHINGTON, D.C. - Elon Musk melontarkan kritik keras terhadap rancangan undang-undang pajak dan anggaran yang didorong oleh Presiden Donald Trump, menyebutnya sebagai 'kekejian yang menjijikkan' dan memperingatkan bahwa kebijakan itu akan menjerumuskan warga Amerika ke dalam jurang utang yang tak berkelanjutan.
Komentar tajam tersebut disampaikan Musk melalui platform X (sebelumnya Twitter) pada Selasa (3/6/2025), hanya beberapa hari setelah secara resmi mengundurkan diri dari jabatan penasihat senior Gedung Putih dan kepala Departemen Efisiensi Pemerintah Federal (DOGE).
"RUU belanja Kongres yang besar, keterlaluan, dan penuh tipu daya ini adalah kekejian yang menjijikkan. Malu pada mereka yang memilihnya: Anda tahu Anda melakukan kesalahan," tulis Musk dalam unggahannya.
Miliarder pendiri Tesla dan SpaceX itu memperingatkan bahwa RUU tersebut justru akan menambah defisit anggaran AS hingga US$3 triliun dalam 10 tahun, meskipun menjanjikan pemotongan pada program-program bantuan sosial seperti layanan kesehatan dan pangan.
Sebelumnya, pada akhir Mei, Musk juga sempat mengkritik mahalnya rancangan undang-undang anggaran Partai Republik, menyebutnya kontraproduktif terhadap upaya efisiensi yang telah ia jalankan lewat DOGE.
"Sejujurnya, saya kecewa mendapati pengeluaran besar-besaran yang justru meningkatkan defisit anggaran, bukan hanya menguranginya, dan merusak pekerjaan yang dilakukan tim DOGE," ujar Musk dalam wawancara bersama CBS News.
DOGE sendiri merupakan lembaga inisiatif yang dibentuk Trump dan dipimpin oleh Musk dengan mandat memangkas pengeluaran federal. Dalam waktu singkat, lembaga tersebut mengklaim telah menghemat lebih dari US$1 miliar melalui pembatalan kontrak pemerintah yang dianggap boros, termasuk program keberagaman dan inklusi (DEI).
Menanggapi kritik Musk, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa Presiden Trump tetap pada pendiriannya dan tidak akan mengubah isi RUU.
"Presiden sudah tahu di mana Elon Musk berdiri pada RUU ini, itu tidak mengubah pendapatnya. Ini adalah RUU yang besar dan indah, dan dia berpegang teguh pada itu." tegas Leavitt. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!