Eksplorasi Sejarah Islam, Pengurus LTN NU Kabupaten Bandung Kunjungi MWC Nagreg
VISI.NEWS | NAGREG - Tiga orang pengurus Lembaga Ta'lip wa Nasr (LTN) NU Kabupaten Bandung dipimpin ketuanya Bambang Melga mengunjungi Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Nagreg, Minggu (12/3/2023). Kunjungan tersebut untuk mengeksplorasi sejarah Nagreg, hingga jaman syiar Islam pertama yang dibawa oleh para ulama awal, dan akhirnya bisa memberi warna bagi berkembangnya Islam di wilayah itu.
Adapun ketiga orang tim ini, terdiri dari Ketua LTNNU Bambang Melga Suprayogi Aep S Abdullah dan Yadi Mulyadi, penulis yang juga tim dari finalisasi buku teks Kemdikbudristek.
Kehadiran Pengurus LTN NU Kabupaten Bandung di Sekretariat MWCNU Nagreg pada jam 12.20 WIB diterima pengurus Tanfidziyah MWCNU Nagreg yang di ketuai Ajengan Usman, Rois MWCNU Nagreg Ujang Muslim (keturunan ke lima dari Mama Ciwedus) serta Abah Ncun, pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengolahan ikan Lele yang telah melahirkan 12 varian produk olahan lele.
'Pengalian data yang kami lakukan mulai dari mendapatkan sumber informasi sejarah Nagreg Pra Islam, Keraton Kendan, petilasan dan wilayah kabuyutannya, tokoh-tokoh Nagreg tempo itu, tentang siapa saja nama-nama yang menjadi penguasa Nagreg saat itu, meneropong Nagreg zaman itu seperti apa, nama penguasa Nagreg dan petilasannya, kabuyutan-kabuyutan lainnya yg ada di daerah Nagreg, Nagreg masa Islam, Nagreg jaman penjajahan Belanda dan Jepang, tokoh-tokoh agama Nagreg Jaman penjajahan, ajaran, suluk, yang jadi literasi peninggalan para tokoh Agama Nagreg, pusaka-pusaka tokoh Nagreg, masjid sejarah, masjid awal di Nagreg, pesantren-pesantren di wilayah Nagreg, pesantren tertua di Nagreg, makam tokoh Nagreg dan perjalan hidupnya, anak cucu para tokoh Nagreg sekarang dan pewarisan ajarannya,.kondisi Nagreg masa kini, potensi daerah Nagreg sekarang dan yang akan datang," papar Bambang.
Keseluruhan data tersebut, katanya, akan menjadi poin penting bagi terhimpunnya sebuah data besar, yang akan di jadikan buku rujukan untuk generasi pelanjut dari anak-anak Nagreg kedepannya, sehingga mereka mengetahui asal usul dan sejarah daerahnya, potensi daerahnya, dan menjadi bacaan umumnya masyarakat di Kabupaten Bandung, dimana ajaran Islam yang dibawa saat itu mampu membumi di wilayah Nagreg. "Hingga akhirnya menjadi warna, dan kearifan lokal tersendiri yang menjadi penguat karakter dalam dakwah Islam saat ini, yang pewarisannya terus dilanjut, dan di bawakan oleh para generasi muda alim ulama, kiai, ajengan dari Nagreg ini," ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!