Ekonom Yusuf Wibisono Mengungkap Dua Kelemahan Mentri Keuangan Sri Mulyani

ED
Kamis, 6 Juni 2024 | 09:18 WIB
Bagikan
Ekonom Yusuf Wibisono Mengungkap Dua Kelemahan Mentri Keuangan Sri Mulyani

VISI.NEWS | JAKARTAEkonom Yusuf Wibisono mengidentifikasi dua kelemahan dalam kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani, yaitu penerimaan pajak yang stagnan dan beban utang pemerintah yang terus meningkat.

Berikut adalah dua catatan kelemahan yang disebutkan oleh ekonom terkait Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati: Penerimaan Pajak: Meskipun ada berbagai kebijakan reformasi perpajakan yang diterapkan selama era pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk amnesti pajak dan pengembangan sistem perpajakan inti, kinerja penerimaan pajak Indonesia masih stagnan dalam satu dekade terakhir. Rasio pajak hanya sekitar 10,23% dari produk domestik bruto (PDB) tahun lalu, yang lebih rendah dibandingkan dengan awal pemerintahan Presiden Jokowi pada 2015 yang mencapai 10,76% dari PDB. Utang Pemerintah: Sri Mulyani dinilai gagal menahan beban utang pemerintah yang semakin membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beban bunga utang terus meningkat dalam satu dekade terakhir, terutama setelah pandemi Covid-19. Hal ini berdampak pada kemampuan APBN dalam menstimulus perekonomian dan melindungi rakyat miskin. Meskipun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki rekam jejak yang mengesankan dalam mengelola kebijakan fiskal, beberapa ekonom menyoroti dua kelemahan krusial: stagnansi penerimaan pajak dan beban utang pemerintah yang terus meningkat. Tapi, meski begitu Sri Mulyani tetap memiliki banyak kehebatan lain nya yang didukung banyak pihak. @shintadewip

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.