Ekologi Spiritual: Merawat Jagat, Mereformasi Bumi

ED
Jumat, 2 Juni 2023 | 08:25 WIB
Bagikan
Ekologi Spiritual: Merawat Jagat, Mereformasi Bumi

Sebagaimana dalam pandangan almarhum Prof KH Ali Yafie, menjaga bumi adalah zuhud. Sikap spiritual yang merupakan nilai dasar tentang apa yang harus dituju dalam kehidupan dan bagaimana mengelola apa yang ada dalam alam ini untuk dapat dinikmati dan tidak menimbulkan kerusakan (QS. 28: 77).

Ekologi spiritual sebagai fungsi memelihara bumi, kini kembali digaungkan dan diperkenalkan NU dengan istilah “merawat jagat”. Menurut Gus Yahya, tergambar dari simbol lambang NU terdapat dua dimensi tanggung jawab dalam merawat jagat.

Pertama, dimensi bumi sebagai tempat hidup kita. Yang kedua, dimensi tatanan kehidupan di atas bumi yang kita tempati bersama-sama dengan seluruh umat manusia. Dengan kata lain, manusia wajib merawat bumi yang menjadi tempat hidup manusia, tidak pula merusak bumi sebagai tatanan kehidupan umat manusia yang hidup di dalamnya.

LPBI NU sebagai lembaga yang secara struktural-organisatoris merupakan pelaksana kebijakan dan program NU di bidang penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan telah berupaya mewujudkannya semaksimal mungkin. Secara konsisten telah ikut melakukan langkah-langkah strategis dan taktis, misalnya melakukan penanaman pohon, menjadi relawan bencana, mendukung pesantren-pesantren agar ramah lingkungan dengan program pesantren hijau, serta ikut berpartisipasi aktif mendorong kebijakan pemerintah.

Dalam berbagai kesempatan, penulis selalu berbicara tentang keterlibatan pemuda dalam kebijakan publik, sehingga pemuda bukan hanya menjadi subyek kebijakan. Secara konkrit, inilah salah satu aspek di mana pemuda perlu dan harus dilibatkan, sebab bumi di masa depan akan dipimpin oleh para pemuda.

Dalam forum Rakornas LPBI NU yang diselenggarakan pada tanggal 2-4 Juni 2023 mendatang akan menjadikan hasil pertemuan R20 sebagai agenda utama, karena mengatasi perubahan iklim memerlukan kebersamaan dalam bertindak dengan mengajak seluruh jaringan di berbagai daerah untuk turut aktif dalam mengemban amanah ekologi spiritual ini. Menelisik argumen Islam bahwa menjaga lingkungan dan penanggulangan krisis iklim merupakan hakikat dari penciptaan manusia sebagai wakil Tuhan di muka bumi (khalifah fil-ardh).

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.