Efek Samping Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Bersantan Saat Berbuka Puasa
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 6 Maret 2025 | 01:20 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Selama bulan Ramadan, masyarakat Indonesia gemar menyantap berbagai menu berbuka puasa yang menggunakan santan, baik untuk hidangan berat, takjil, maupun minuman segar. Cita rasa santan yang gurih dan kaya rasa membuatnya sering hadir di meja makan keluarga Indonesia.
Namun, apakah mengonsumsi makanan bersantan setiap hari selama puasa aman bagi kesehatan? Berikut adalah beberapa efek yang dapat ditimbulkan akibat terlalu sering mengonsumsi makanan bersantan saat berbuka puasa.
Berikut dampak negatif mengonsumsi makanan bersantan berlebihan
1. Memicu Maag dan Asam Lambung
Bagi penderita maag dan gangguan asam lambung, makanan bersantan, terutama yang pedas dan berminyak, dapat memperparah kondisi lambung. Kandungan lemak dalam santan yang sulit dicerna bisa menyebabkan perut terasa begah, mual, dan nyeri di ulu hati.2. Meningkatkan Kolesterol
Santan yang dipanaskan berulang kali dapat mengubah asam lemaknya menjadi lemak jenuh, yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Jika dikonsumsi berlebihan, risiko terkena penyakit jantung dan stroke pun ikut meningkat. Meskipun memiliki dampak kesehatan tertentu, makanan bersantan tetap menjadi favorit saat berbuka puasa. Beberapa menu bersantan yang sering dikonsumsi antara lain:- Kolak Pisang : Takjil klasik berbahan dasar pisang, ubi, dan kolang-kaling dengan kuah santan dan gula merah.
- Es Cendol : Minuman segar dengan cendol, santan, gula merah cair, dan es batu.
- Es Selendang Mayang : Minuman khas Betawi dengan kue kenyal warna-warni, santan, dan gula merah.
- Kuah Kinca : Saus santan manis yang sering menjadi pendamping surabi dan putu mayang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!