EdgeConneX Sediakan $403,8 Juta untuk Mendukung Ekspansi di Asia
Memanfaatkan Strategi Keberlanjutan EdgeConneX, kesepakatan inovatif ini mencakup pinjaman Dolar AS Lepas Pantai. Format ini menyediakan penyesuaian margin ketika EdgeConneX memenuhi Indikator Kinerja Utama (KPI) tertentu terkait Efektivitas Penggunaan Daya (PUE) pusat datanya, penggunaan listrik terbarukan, dan pencapaian tujuan keselamatan. Target KPI ini selaras dengan strategi Pelanggan, Karyawan, Planet EdgeConneX, yang mencakup kebijakan keberlanjutan holistik yang mendukung sasaran perusahaan untuk menjadi penyedia pusat data yang netral karbon, netral limbah, dan netral air pada tahun 2030. Rencana ke depan ini mencakup EdgeConneX yang mengembangkan dan mengoperasikan platform pusat data yang ditenagai oleh 100$ energi terbarukan.
Kutipan:
Luhut Binsar PandjaitanMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia "Indonesia memiliki agenda ke depan di bidang industrialisasi, dekarbonisasi, pendidikan yang terjangkau dan berkualitas tinggi, pemerataan ekonomi, digitalisasi, serta infrastruktur. Oleh karena itu, fasilitas canggih seperti yang dikembangkan oleh EdgeConneX sangat penting dalam menarik dan mendorong konektivitas, komputasi cloud, kecerdasan buatan (AI), dan aplikasi IT penting lainnya dari perusahaan-perusahaan terkemuka. Dengan terus mempromosikan ekosistem teknologi mutakhir, ekonomi Indonesia akan terus berkembang pesat. Yang terpenting, kemajuan ini akan tercapai dengan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan, memastikan masa depan yang lebih hijau dan tangguh."
Randy Brouckman, Chief Executive Officer dan Co-Founder dari EdgeConneX, berkata "Kami sangat berterima kasih kepada para pelanggan kami yang telah mendorong permintaan untuk ekspansi kapasitas pusat data yang signifikan yang diperlukan untuk mendukung ekonomi digital di Indonesia. Kami juga berterima kasih atas dukungan mitra lokal kami di Jakarta. Kami tidak dapat mewujudkan visi kami untuk menjadi operator pusat data terkemuka di Indonesia tanpa kapabilitas, hubungan lokal, dan keahlian pasar yang mereka miliki."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!