Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 Musda KNPI Jabar Tetapkan Bayu Umbara Sebagai Bakal Calon 1 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah Terkait TPPU 1 Aug 2026 Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 Musda KNPI Jabar Tetapkan Bayu Umbara Sebagai Bakal Calon 1 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah Terkait TPPU 1 Aug 2026

E-Voting Belum Mendesak, Giri Kiemas Dorong Penerapan E-Counting

Desi Rossilawati
PN
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
Bagikan
E-Voting Belum Mendesak, Giri Kiemas Dorong Penerapan E-Counting

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Giri Ramanda Kiemas./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI, Giri Ramanda Kiemas dari Fraksi PDI Perjuangan, menilai wacana penerapan penerapan e-voting (pemungutan suara elektronik) dalam pelaksanaan pemilu maupun pilkada belum menjadi hal yang mendesak untuk dibahas.

Menurut Giri, fokus utama Komisi II saat ini tertuju pada pembenahan aturan main dasar pemilu, bukan langsung melompat pada teknis pemungutan suara.

"E-voting adalah bagian terakhir tentang teknis, sekarang kita bicara aturan mainnya gimana," kata Giri kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

"Kalau aturan mainnya sudah ada kan isu-isu yang penting sekarang parlamentari thresholdnya, berapa besaran dapil, kemudian terbuka-tertutup ataupun mixed method itu kan menjadi pilihan-pilihan perdebatan antara partai-partai," lanjut Giri.

Giri menambahkan bahwa selain ambang batas parlemen dan sistem proporsional, ada masalah krusial lain yang harus dituntaskan terlebih dahulu. Di antaranya adalah persoalan suara pemilih yang terbuang hingga strategi efektif untuk mengatasi praktik politik uang (money politik).

Setelah isu-isu substansial tersebut berhasil diselesaikan, barulah DPR dan penyelenggara pemilu bisa beralih membahas urusan teknis pelaksanaan.

"Kemudian berapa suara yang terbuang, bagaimana mengatasi money politik, setelah isu-isu itu kita bisa tuntaskan  baru kita bicara teknis," ujar Giri.

Lebih lanjut, jika infrastruktur dan kesiapan untuk menerapkan e-voting secara menyeluruh belum memadai, Giri mengusulkan opsi lain yang lebih realistis, yaitu penerapan e-counting (penghitungan suara elektronik).

Berbeda dengan e-voting yang memigrasikan seluruh proses pencoblosan ke sistem online, e-counting bertumpu pada penggunaan mesin untuk membantu manusia dalam menghitung surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Kalau tidak mau e-voting ada e-counting, bagaimana mempercepat penghitungan, penghitungan dipercepat sehingga rekapitulasinya bisa lebih cepat. Ini kan teknis pelaksanaan, kalau kita tidak siap dengan e-voting, kita turunkan e-counting dulu," imbuhnya.

Kendati demikian, Giri menegaskan bahwa apapun teknologi yang nantinya dipilih, tujuan utamanya adalah melahirkan pemilu yang jujur dan bersih.

"Tapi kita dorong pemilu ini semakin transparan, semakin bisa dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaan, sehingga hasilnya benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat," pungkasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.