E Karmana, Tak Pernah Lelah Mencintai Citarum
Berkat upaya kerasnya, kini telah dibangun tiga bendungan dan sejumlah embung atau kolam retensi di sepanjang Sungai Citarum. Infrastruktur ini berfungsi sebagai penampungan air guna mengurangi risiko banjir. Namun, Karmana menegaskan bahwa langkah ini belum cukup jika normalisasi sungai tidak dilakukan secara menyeluruh.
Ia berharap kepedulian terhadap Sungai Citarum tidak hanya muncul saat terjadi bencana banjir, tetapi juga ketika musim kemarau tiba. Menurutnya, upaya normalisasi dan penataan bantaran sungai harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya reaktif terhadap musibah.
“Jangan sampai nanti pada saat hujan besar, debit air Citarum bertambah, terjadi luapan banjir, ada korban, baru pada peduli. Harusnya pada saat kemarau juga disikapi, karena sedimentasi ini menjadi persoalan utama,” tegasnya.
Karmana memperkirakan jumlah sedimen yang menumpuk di Citarum mencapai jutaan kubik. Ia bahkan menyarankan jika perlu, dibuatkan lahan baru seluas 200 hektar untuk menampung sedimen tersebut agar aliran sungai bisa kembali normal.
Dengan dedikasinya, E. Karmana terus memperjuangkan perbaikan lingkungan Sungai Citarum. Ia berharap semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, turut berkontribusi dalam menjaga sungai agar manfaatnya tetap lestari bagi generasi mendatang.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!