Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 42: "Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang" (QS. Al-Ahzab: 42). Ayat tersebut menjadi dasar anjuran untuk mengamalkan dzikir pagi secara rutin.
Dalam Buku Hisnul Muslim (Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Shalat Fardhu), Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa waktu utama membaca dzikir pagi dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbit. Amalan ini diyakini tidak hanya mendatangkan ketenangan jiwa, tetapi juga menjadi benteng perlindungan dari berbagai keburukan dan membuka pintu-pintu kebaikan serta keberkahan rezeki sepanjang hari.
Berikut Urutan Dzikir Pagi yang Dapat Diamalkan Setiap Hari.
1. Ta'awudz (Membaca Perlindungan dari Setan)
 أَعÙÙˆÙ’Ø°Ù Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠مÙÙ†ÙŽ الشَّيْطَان٠الرَّجÙيْمÙ
A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." Dibaca 1 kali sebagai langkah awal memohon perlindungan sebelum memulai dzikir.2. Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
Ayat Kursi merupakan ayat paling agung dalam Al-Qur'an dan memiliki keutamaan sebagai benteng perlindungan.Arab: اَللّٰه٠لَآ اÙلٰهَ اÙلَّا Ù‡ÙÙˆÙŽÛš اَلْØÙŽÙŠÙ‘٠الْقَيّÙوْم٠ەۚ لَا ØªÙŽØ£Ù’Ø®ÙØ°Ùهٗ سÙنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا ÙÙÙ‰ السَّمٰوٰت٠وَمَا ÙÙÙ‰ الْاَرْضÙÛ— مَنْ ذَا الَّذÙيْ يَشْÙَع٠عÙنْدَهٗٓ اÙلَّا Ø¨ÙØ§ÙذْنÙهٖۗ يَعْلَم٠مَا بَيْنَ اَيْدÙيْهÙمْ وَمَا خَلْÙÙŽÙ‡Ùمْۚ وَلَا ÙŠÙØÙيْطÙوْنَ Ø¨ÙØ´ÙŽÙŠÙ’ء٠مّÙنْ عÙلْمÙهٖٓ اÙلَّا بÙمَا شَاۤءَۚ ÙˆÙŽØ³ÙØ¹ÙŽ ÙƒÙØ±Ù’سÙيّÙه٠السَّمٰوٰت٠وَالْاَرْضَۚ وَلَا ÙŠÙŽÙ€Ù”ÙوْدÙهٗ ØÙÙْظÙÙ‡Ùمَاۚ ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ الْعَلÙيّ٠الْعَظÙيْمÙ
 AllÄhu lÄ ilÄha illÄ huw(a), al-ḥayyul-qayyÅ«m(u), lÄ ta'khużuhÅ« sinatuw wa lÄ naum(un), lahÅ« mÄ fis-samÄwÄti wa mÄ fil-ará¸(i), man żal-lażī yasyfa‘u ‘indahÅ« illÄ bi'iżnih(Ä«), ya‘lamu mÄ baina aidÄ«him wa mÄ khalfahum, wa lÄ yuḥīá¹Å«na bisyai'im min ‘ilmihÄ« illÄ bimÄ syÄ'(a), wasi‘a kursiyyuhus-samÄwÄti wal-ará¸(a), wa lÄ ya'Å«duhÅ« ḥifẓuhumÄ, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u). Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung." (QS. Al-Baqarah: 255) Membaca Ayat Kursi ketika pagi hari, maka ia akan dilindungi oleh Allah dari berbagai gangguan hingga petang.