Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Dunia Sedang Menghadapi Kepunahan Massal Akibat Kerusakan Lingkungan

Desi Rossilawati
Selasa, 26 November 2024 | 00:10 WIB
Bagikan
Dunia Sedang Menghadapi Kepunahan Massal Akibat Kerusakan Lingkungan
VISI.NEWS | BANDUNG - Pakar lingkungan, Jane Goodall, memperingatkan bahwa dunia tengah menghadapi kepunahan massal keenam akibat kerusakan lingkungan yang terus berlangsung. Menurut Goodall, deforestasi, krisis iklim, dan praktik industri seperti pertanian intensif serta penggunaan bahan bakar fosil adalah penyebab utama bencana tersebut. "Kita masih punya waktu untuk mulai memperlambat perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Namun, waktu itu sudah mulai tertutup," ujar Goodall, Minggu (17/11/2024). Salah satu langkah yang diusulkan untuk mencegah kepunahan massal adalah proyek restorasi habitat dengan penanaman pohon. Yayasan Jane Goodall, bekerja sama dengan Ecosia, telah menanam hampir dua juta pohon di Uganda untuk mengembalikan habitat bagi simpanse yang terancam punah. "Semakin banyak yang dapat kita lakukan untuk memulihkan alam dan melindungi hutan yang ada, semakin baik," tegasnya. Ia menekankan pentingnya waktu dalam upaya ini, karena pohon membutuhkan waktu untuk tumbuh dan menyerap karbon dioksida. Goodall juga mengungkapkan dampak perubahan iklim terhadap ekosistem, seperti musim hujan yang tidak lagi dapat diprediksi dengan baik di Tanzania, yang mempengaruhi kehidupan pohon, simpanse, dan hewan lainnya. Ia menegaskan bahwa kerusakan ekosistem yang semakin parah akan mempercepat hilangnya keanekaragaman hayati dan membahayakan masa depan umat manusia. "Sekarang, terkadang hujan turun di musim kemarau, dan terkadang kering di musim hujan. Itu berarti pohon berbuah di waktu yang salah, yang membuat simpanse, serangga, dan burung kesal," tuturnya. Pada usia 90 tahun, Goodall tetap aktif berbicara tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Ia mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk segera mengambil tindakan yang lebih tegas untuk melindungi planet ini, dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menghentikan praktik industri yang merusak lingkungan. "Jika kita tidak segera meninggalkan bahan bakar fosil, jika kita tidak menghentikan pertanian industri yang merusak lingkungan dan membunuh tanah, serta berdampak buruk pada keanekaragaman hayati, masa depan pada akhirnya akan hancur." kata Goodall memperingatkan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.