Dukungan Pertamina Kepada Mitra Binaan Hingga Ekspor ke Berbagai Negara

ED
Senin, 21 Februari 2022 | 19:30 WIB
Bagikan
Dukungan Pertamina Kepada Mitra Binaan Hingga Ekspor ke Berbagai Negara

Java Candle Art merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil (UMK) di bidang kerajinan yang telah menjadi bagian dari Mitra Binaan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat.

Pria yang bernama lengkap Bagus Randiawan Saputra, kelahiran Semarang, 18 April 1986 ini telah memulai bisnis Java Candle Art sejak 2016. Berawal melanjutkan usaha keluarga berupa lilin untuk penerangan padam lampu yang di bangun ayahnya pada tahun 2008, Bagus meneruskan usaha tersebut hingga menyadari seiring berkembangnya zaman, tingkat kebutuhan lilin padam lampu menurun serta harga jual tidak sesuai dengan kenaikan biaya produksi. Bagus akhirnya melakukan gebrakan besar pada usaha namun masih di kerajinan lilin dan terbentuklah “Java Candle Art” yang mengkreasikan lilin menjadi beberapa produk yang memiliki berbagai fungsi.

“Saya kreasikan lilin penerangan menjadi lilin dekorasi, lilin souvenir, lilin ulang tahun, lilin peribadatan, lilin aromatherapy, lilin merchandise dan bimbingan wirausaha lilin yang ternyata lebih banyak segmentasinya seperti untuk kebutuhan di hotel, salon, tempat spa, tempat ibadah, online market, modern store, distributor, dan lain sebagainya.” jelas Bagus.

Tidak hanya berinovasi agar usahanya dapat bersaing di pasaran, Java Candle Art juga memiliki prestasi seperti JUARA 1 UMKM AWARDS 2018 dengan kategori Craft, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung (Disdagin), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung. Selain itu, Java Candle Art saat ini telah merambah ke pasar ekspor seperti Singapura, Dubai, Arab Saudi, dan Prancis.

Produk yang di hasilkan dari usahanya ternyata menarik banyak perhatian konsumen. Harga dari produk yang dijual bervariasi, mulai dari Rp1.000/pcs hingga Rp250.000/Pcs. Pada awal 2019, pandemi Covid-19 mulai menerjang dunia tidak terkecuali Indonesia. Hal tersebut membuat para pengusaha di hampir di seluruh lini usaha mengalami penurunan, termasuk usaha Bagus yang mengalami penurunan omzet hingga 80% yang sebelum pandemi dapat meraup omzet hingga 50-100 jt/bulan, dan pada saat pandemi turun menjadi 5-20 jt/bln.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.