Dukungan Berujung Intimidasi, Ancaman Terhadap Hesti Purwadinata Buka Sisi Gelap Solidaritas Publik
VISI.NEWS | JAKARTA — Keberanian menyuarakan solidaritas terhadap korban kekerasan justru berujung intimidasi. Aktris Hesti Purwadinata dan suaminya, Edo Borne, dilaporkan menerima teror ancaman setelah Hesti secara terbuka memberikan dukungan atas perilisan buku memoar Broken Strings karya Aurélie Moeremans.
Dukungan tersebut disampaikan Hesti melalui unggahan Instagram Story di akun pribadinya. Dalam unggahan itu, Hesti mengaku tersentuh setelah membaca keseluruhan kisah hidup Aurélie yang selama ini hanya ia dengar sepotong-sepotong.
“Haii Oleliii. Aku baru selesai baca cerita hidupmu di digital book kamu. Jujur baru sekarang benar-benar tahu the whole story—apa yang kamu alami, lalui, dan mimpi buruk yang harus kamu tanggung sendirian,” tulis Hesti.
Hesti juga mengenang pertemuannya dengan Aurélie di masa lalu, yang kini terasa berbeda setelah mengetahui latar belakang kelam yang diceritakan dalam buku tersebut.
“Ya Allah… baru sekarang aku sadar, berarti di momen itu kamu sedang berada di salah satu fase paling mengerikan dalam hidupmu,” tulisnya lagi.
Dalam unggahannya, Hesti menegaskan tidak seharusnya ada siapa pun yang mengalami kekerasan seperti yang dialami Aurélie. Ia juga menyampaikan harapan agar sosok pelaku tidak lagi mendapat ruang di ruang publik.
“Nggak seharusnya ada siapa pun yang mengalami hal semengerikan ini. Rasanya menyakitkan melihat pelakunya masih bisa berkeliaran dengan nyaman. Aku sungguh berharap dia tidak pernah lagi diberi panggung,” tulis Hesti.
Namun, dukungan tersebut justru memicu teror. Aurélie Moeremans mengungkap bahwa setelah ia membagikan ulang unggahan Hesti, ancaman langsung menyasar Hesti dan suaminya. Hal ini disampaikan Aurélie melalui saluran Instagram @aurelie.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!