Dukung Percepatan Transisi Ke Motor Listrik, Foundry dan Deloitte Indonesia Meluncurkan Riset Electric Vehicle
Fadli Rahman, Director of Strategic Planning and Business Development, Pertamina New & Renewable Energy, menyampaikan, "Dalam proses adopsi kendaraan listrik skala besar, perlu juga dipertimbangkan manajemen sumber daya alam dari awal hingga akhir. Tentunya setelah produksi dan penggunaan baterai, perlu dipikirkan dari sekarang bagaimana proses utilisasi/daur ulang dari baterai tersebut. Mulai dari energy storage, cell recycling dan upaya lainnya guna menjaga keberlanjutan ekosistem secara keseluruhan."
Adapun, katalis yang diperlukan untuk adopsi EV yang lebih cepat meliputi: Infrastruktur Distribusi Energi, Insentif dari pemerintah, standarisasi baterai motor listrik, serta pajak karbon pemerintah & kredit pajak kendaraan listrik.
Philippe Auberger, CEO Lazada Logistics Indonesia, menambahkan, "Sebagai perusahaan yang peduli dengan sustainability, Lazada juga memahami pentingnya motor listrik. Lazada telah melakukan berbagai inisiatif; dua diantaranya adalah penggunaan kardus alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk pengiriman dan juga menargetkan 50% konversi penggunaan motor bensin menjadi motor listrik. Selain itu, Lazada Logistics Indonesia meraih penghargaan B20 Sustainability 4.0 Award untuk kategori Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Plastik) dan juga memasang panel surya di fasilitasnya."
Seiring dengan pertumbuhan pasar sepeda motor listrik di Indonesia, jelas bahwa kendaraan ramah lingkungan ini akan tetap ada. Kenyamanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan yang ditawarkan oleh sepeda motor elektronik mengubah cara masyarakat Indonesia bepergian. Lanskap kendaraan listrik lokal penuh dengan potensi, dan kebangkitan pemain e-motor menandakan masa depan yang lebih cerah dan bersih bagi mobilitas perkotaan di Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!