Duka Polsek Astanaanyar, Duka Polri dan Masyarakat
Akibat ledakan bom panci, dengan modus bunuh diri, pelaku berinisial Agus Sujatno alias Abu Muslim, tewas ditempat, sementara 10 orang anggota Polsek Astanaanyar mengalami luka, dan salah satunya yaitu Aipda Sopyan bin Sadeli, meninggal dunia di RS Imanuel Bandung. Sementara yang mengalami luka, termasuk salah seorang warga masyarakat dirujuk ke RS Polri Sartika Asih.
Dari Jakarta, Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si., para PJU Mabes Polri langsung menuju Bandung. Bersama Kapolda Jabar Irjen Polisi Drs Suntana, M.Si., langsung melakukan pengecekan TKP di Astanaanyar, Polrestabes Bandung di Jalan Astana Anyar No. 340 Kota Bandung. Selanjutnya menuju RS Imanuel Bandung untuk menengok korban luka dan yang meninggal dunia, yaitu Aipda Sopyan bin Sadeli. Pada saat itupun Kapolri, memberikan santunan kepada korban yang mengalami luka, dan uang duka kepada istri Aipda Sopyan yang gugur ketika menjalan tugas.
Santunan dan bantuan pun diberikan kepada korban luka yang dirawat di RS Polri Sartika Asih. Juga kepada putra sulung Aipda Sopyan bin Sadeli yang masih duduk di kelas 2 SMA. Setelah selesai sekolah direkomendasikan masuk Polri, sebagai bentuk kepedulian Polri melalui Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Pelaku bom diri, dengan menggunakan bom panci, merupakan mantan narapidana, dalam kasus bom panci di Cicendo Bandung. Berdasarkan data yang ada, pelaku baru keluar penjara Nusakambangan, pada 14 Maret 2021 setelah dihukum selama 4 tahun di LP Nusakambangan.
Kapolri dalam konfrensi persnya di depan media cetak, elektronik dan media lainnya menyampaikan bahwa semua satgas Polri, yang terkait dengan kejahatan teroris sudah bergerak. Sehingga ia berharap masyarakat bersikap tenang tidak panik, dan berikan dukungan kepada Polri, untuk mengungkap jaringan pelaku lainnya, yang masih berkeliaran.
Demi melayani, melindungi, mengayomi, masyarakat, dalam situasi apapun, Polri telah siap menghadapinya. Berbagai ungkapan bela sungkawa, dari berbagai lapisan masyarakat kepada Polri terus bergulir. Bahkan salah seorang tukang ojeg teman penulis, sempat bertanya kepada penulis, "Apa maksud dan tujuan pelaku dan kelompok mereka melakukan bom diri dan menyerang kantor polisi? Apa untungnya, dan yang rugi kan masyarakat. Sementara Polri hanya menjalankan tugas negara demi masyarakat dan bangsa ini,agar tetap berdiri kokoh".
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!