Dugaan Kekerasan di Pesantren Bintan, Santriwati Dianiaya Oknum Pengajar
Akibat kejadian ini, korban mengalami trauma mendalam dan gangguan pernapasan sesaat akibat terkejut dan menangis histeris. Pada tengah malam hingga keesokan harinya, pihak perwakilan ustazah dan manajemen Madrasah Aliyah memanggil korban untuk meminta maaf atas insiden yang di luar kendali tersebut. Pihak sekolah kemudian memulangkan korban sementara waktu untuk menenangkan diri, sekaligus mengutus perwakilan untuk meminta maaf secara langsung kepada keluarga korban.
Melalui pesan singkatnya, korban menegaskan bahwa ia menceritakan kejadian ini semata-mata demi keadilan dan agar publik mengetahui tindakan kekerasan tersebut. Ia menekankan bahwa dirinya tidak berniat merusak reputasi lembaga pendidikan tempatnya menimba ilmu.
"Saya sakit hati dan tidak terima karena menjadi korban kekerasan. Pengennya biar orang-orang tahu, tapi saya tidak menjelekkan apalagi menyalahkan pondok pesantren tersebut. Hanya yang bersalah saat ini adalah oknum-oknum di sana," tulis korban.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!