Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Dudi Suryadarma: Transformasi Kemenhaj Kabupaten Bandung Fokus Tingkatkan Pelayanan Jemaaah

Desi Rossilawati
Jumat, 8 Mei 2026 | 09:58 WIB
Bagikan
Dudi Suryadarma: Transformasi Kemenhaj Kabupaten Bandung Fokus Tingkatkan Pelayanan Jemaaah

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bandung, Dudi Suryadarma./visi.news/ist.

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Perubahan sistem pengelolaan haji dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah membawa tantangan baru bagi calon jemaah di Kabupaten Bandung. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan profesionalitas pelayanan, ribuan calon jemaah kini harus menerima kenyataan pahit berkurangnya kuota keberangkatan haji.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bandung, Dudi Suryadarma, menjelaskan perubahan tersebut merupakan dampak dari kebijakan baru pemerintah yang mengacu pada perubahan regulasi tahun 2025. Menurutnya, fokus utama pemerintah tetap pada pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah. Hal ini disampaikan di Kantor Kemenhaj, Kamis (7/4/2026).

“Intinya pemerintah kebijakan pergeseran kemenhaj dan kemenag untuk meningkatkan pelayanan yentu secara profesional,” ujarnya Dudi.

Dudi mengatakan pelayanan yang dilakukan saat ini mencakup pengurusan dokumen, pelayanan kesehatan, hingga penyesuaian sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan sistem baru.

Namun di balik perubahan itu, kuota haji Kabupaten Bandung mengalami penurunan cukup besar. Jika sebelumnya kuota mencapai 2.654 orang, tahun ini jumlahnya berkurang 582 jemaah akibat perubahan sistem pengkuotaan nasional.

Sistem lama sebelumnya didasarkan pada jumlah penduduk muslim. Kini kuota ditentukan berdasarkan jumlah pendaftar atau waiting list nasional. Dampaknya, Jawa Barat kehilangan sekitar 9 ribu kuota yang kemudian terbagi ke sejumlah kabupaten dan kota.

Bagi calon jemaah, perubahan ini membuat masa tunggu tetap menjadi persoalan besar. Saat ini waiting list secara nasional mencapai sekitar 26 tahun 4 bulan. Meski begitu, pemerintah menilai kebijakan baru lebih adil karena memberi kesempatan lebih cepat bagi daerah dengan antrean sangat panjang.

Di Kabupaten Bandung sendiri terdapat 315 jemaah perempuan dan 267 jemaah laki laki yang masuk prioritas keberangkatan. Jemaah lansia dan disabilitas juga tetap menjadi prioritas pelayanan. Dudi menyebut jemaah tertua berusia 92 tahun, sementara yang termuda berusia 14 tahun.

Ia juga menanggapi wacana war tiket haji yang belakangan ramai diperbincangkan.

Menurutnya, ide tersebut masih sebatas inovasi awal untuk mencari solusi atas panjangnya antrean keberangkatan.

“Memang sangat inovasi sebagai solusi terhadap persoalan antrian haji,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh kebijakan tetap akan bergantung pada keputusan pemerintah pusat dan penambahan kuota dari Arab Saudi. @ihda

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.