DPR Desak Menhub Evaluasi Total Kapal Penyeberangan Usai KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam

Desi Rossilawati
Rabu, 9 Juli 2025 | 06:45 WIB
Bagikan
DPR Desak Menhub Evaluasi Total Kapal Penyeberangan Usai KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam
VISI.NEWS | JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kapal penyeberangan di Indonesia menyusul insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Menurutnya, investigasi mendalam diperlukan untuk memastikan seluruh kapal layak beroperasi dan mengutamakan keselamatan penumpang.

Dalam rapat kerja bersama Menhub Dudy Purwagandhi di DPR, Selasa (8/7/2025), legislator Partai Gerindra ini mendapat informasi banyak kapal yang tampak layak secara fisik namun di bagian bawah justru penuh tambalan. Ia pun meminta Menhub menindaklanjuti informasi tersebut.

"Karena saya beberapa kali mendengar kapal yang kelihatan cakap, kelihatan mewah, tapi di bawahnya itu tambalan semua. Ini selintingan yang kami dengar, mungkin ini Pak Menteri bisa melakukan evaluasi menyeluruh atau melakukan investigasi karena ini kan menyangkut masalah keselamatan," ujar Andi, Selasa (8/7/2025).

Selain itu, Andi Iwan mempertanyakan proses ram check dan docking yang dijalani KMP Tunu Pratama Jaya sebelum tenggelam. Ia menilai alasan kapal tenggelam karena pintu mesin lupa ditutup tidak logis di era teknologi canggih saat ini.

"Ini kan kalau kita berpikir tentang teknologi, mobil murah aja kalau pintunya enggak ditutup rapat itu ada tanda indikator, bagaimana kapal yang sebesar ini atau yang teknologinya lebih tinggi tidak ada indikator yang memperlihatkan bahwa pintu mesin itu terbuka," tegasnya.

Ia juga menyoroti aturan pembatasan usia kapal 25 tahun dengan pengecualian tertentu yang dinilai menimbulkan standar ganda.

"Saya kira ini tidak boleh ditawar-tawar Pak Menteri, masih syukur penumpangnya enggak banyak kalau penumpangnya dengan jumlah besar ini perlu mendapat perhatian khusus dari Pak Menteri," ungkap dia.

Menurutnya, keselamatan penumpang tidak boleh dikorbankan dengan alasan ekonomi.

"Memang kami ketahui masih banyak kapal penyeberangan yang usianya sudah tua mungkin masih dioperasikan dengan alasan ekonomi, nah ini tentu juga harus jadi pertimbangan-pertimbangan, jangan sampai masalah keselamatan ditawar dengan persoalan-persoalan ekonomi," pungkasnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.