Dosen FIK Tel-U Ikuti Ruwatan Rambut Gimbal di Dieng

ED
Senin, 25 Agustus 2025 | 11:49 WIB
Bagikan
Dosen FIK Tel-U Ikuti Ruwatan Rambut Gimbal di Dieng

VISI.NEWS | WONOSOBO – Tim dosen dari Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University, yang berasal dari berbagai peminatan desain, berangkat ke Wonosobo untuk menyaksikan langsung perhelatan Festival Budaya Dieng, Minggu (24/8/2025). Festival yang dipusatkan di kawasan Candi Arjuna itu menampilkan prosesi sakral ruwatan pemotongan rambut gimbal, tradisi tahunan masyarakat Dieng sebagai wujud doa memohon keselamatan, keberkahan, sekaligus memperkuat identitas sosial dan solidaritas warga.

Acara berlangsung di Pendopo Soeharto, pelataran Candi Arjuna, dan dihadiri sejumlah pejabat penting. Hadir Gubernur Jawa Tengah, Bupati Banjarnegara, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang turut menyaksikan langsung prosesi ruwatan. Kehadiran para pejabat ini menambah khidmat sekaligus meriah suasana festival budaya yang rutin digelar tiap tahun.

Sehari sebelumnya, Sabtu (23/8/2025), tim riset FIK Tel-U berjumlah 11 orang itu menggelar workshop di bidang meubel kayu Wonosobo. Acara berlangsung di Wijaya Furniture, kawasan Wonolelo Lingkar Selatan Wonosobo, dengan menghadirkan instruktur Tedy Ageng dan Firmasnyah Rangga. Workshop ini menjadi sarana kolaborasi akademisi dengan pengrajin lokal dalam mengembangkan desain produk berbasis kearifan lokal.

Usai menyaksikan festival, Minggu siang, tim dosen FIK Tel-U berkesempatan bertemu dengan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, didampingi jajaran pejabat setempat termasuk perwakilan Dinas Kominfo Wonosobo, Dewi. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Afif memaparkan potensi besar daerahnya, terutama di bidang seni, budaya, dan kreativitas masyarakat Wonosobo yang menurutnya sangat tinggi animonya.

Afif menegaskan bahwa Wonosobo memiliki kekuatan seni yang khas. “Tari lenger ada 1.000 di Wonosobo ini. Di setiap daerah memang ada kesenian seperti tari topeng atau kuda kepang, tapi di sini tari lenger punya pendidikan, wisuda, dan masa pelatihan panjang. Seni lenger ini khas Wonosobo, meski kini berkembang di daerah lain, namun asal-usulnya tetap dari sini,” ujarnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.