Dorong Ekonomi Digital di Asia Tenggara, GDS Resmikan Nusajaya Tech Park Data Center
Menurut laporan Cushman & Wakefield, perusahaan dan pelanggan lokal semakin membutuhkan solusi pusat data modern. Hal ini terlihat dari pasar pusat data di Indonesia yang nilainya melesat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai respons, GDS berkomitmen menarik pemain teknologi internasional dan membangun pusat inovasi digital di Indonesia. Pusat data hyperscale ini, terletak di Nongsa Digital Park, Batam, merupakan proyek kedua GDS di Asia Tenggara, serta diperkirakan selesai dan beroperasi pada 2024. Dengan fasilitas terbaru ini, GDS siap memenuhi lonjakan permintaan atas layanan pusat data yang aman dan reliabel di Asia Tenggara.
GDS Holdings Limited (NASDAQ: GDS; HKEX: 9698) adalah perusahaan terkemuka yang mengembangkan dan mengelola pusat data berkinerja tinggi di Tiongkok dan Asia Tenggara. Fasilitas GDS memiliki lokasi strategis di pusat ekonomi utama. Lokasi ini membutuhkan layanan pusat data berkinerja tinggi.
GDS juga membangun, mengelola, dan mentransfer pusat data di lokasi lain yang dipilih klien demi memenuhi beragam kebutuhannya. Pusat data GDS memiliki area lantai yang luas, kapasitas energi yang besar, densitas dan efisiensi, serta berbagai redundansi pada seluruh sistem kritikal. Fasilitas pusat data GDS bersifat carrier-neutral dan cloud-neutral sehingga klien dapat mengakses jaringan telekomunikasi utama, serta PRC terbesar dan public cloud global yang tersedia di banyak fasilitas GDS.
Lebih lagi, GDS menawarkan layanan kolokasi dan sederet layanan bernilai tambah lain, termasuk layanan managed hybrid cloud melalui koneksi privat dan langsung terhadap public cloud terkemuka, layanan managed network, dan, jika dibutuhkan, penjualan layanan public cloud. GDS berpengalaman selama 22 tahun dalam menyediakan layanan, serta sukses memenuhi kebutuhan beberapa klien dengan kebutuhan terbesar dan terkompleks untuk layanan pusat data alih daya (outsourced data center) di Tiongkok. Sebagian besar basis klien GDS terdiri atas penyedia layanan hyperscale cloud, perusahaan internet berskala besar, lembaga keuangan, operator telekomunikasi, penyedia jasa TI, serta sektor swasta berskala besar di pasar domestik, serta perusahaan multinasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!