Dorong Ekonomi Daerah, Dinas UKM Kab. Bandung Terapkan Sinergitas Pentahelix
VISI.NEWS | BANDUNG - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Bandung gelar pameran produk lokal dengan tema Bedasmart "Bangkit dari pandemi tangguh hadapi resesi" di halaman Kantor Diskop UKM.
Kepada VISI.NEWS Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi Diskop dan UKM Rudi Purwanto mengatakan bahwa pameran ini merupakan even rutin diselenggarakan setiap Rabu.
"Storinya, saya melihat fenomena yang terjadi setiap pada pameran-pameran yang dilakukan dinas koperasi dulu di tahun 2018 kurang optimal. Nah kita coba kemas agar bisa lebih menarik minat pengunjung. Nah alhamdulilah sekarang dengan kemasan pameran yang lebih baik dan menggunakan tageline 'bangkit dari pandemi tangguh hadapi resesi' cukup banyak pengunjung yang datang," ungkap Rudi di ruang kerjanya, Rabu (30/11/2022).
Lebih lanjut dikatakan, dengan kemasan pameran seperti itu, pihaknya ingin Diskop dan UKM Kabupaten Bandung memberikan kontribusi dalam pengembangan dan memberdayakan baik koperasi dan UKM. "Tugas itu adalah bagaimana caranya memberdayakan para pelaku- pelaku usaha untuk bisa sejahtera. Kalau kita breakdown kata sejahtera itu kebutuhan skunder dan primernya kebutuhan terpenuhi," ujarnya.
Melalui program rutin yang dibuat Diskop dan UKM dengan memamerkan produk koperasi dan UKM dari berbagai pelosok Kabupaten Bandung ini ia berharap ada efek domino bagi pengembangan produk-produk mereka untuk menjadi produk unggulan Kabupaten Bandung.
"Yang ada disini sekarang produk unggulan. Kita coba para pelaku usaha untuk memamerkannya. Target pasar kita khususnya ASN yang ada di Kabupten Bandung dulu. Tapi tidak menutup juga target untuk masyarakat luas," ungkapnya.
Para pelaku UMKM ini, kata Rudi, berasal dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. "Tentu kita memberdayakan para UKM lokal bukan dari luar wilayah Kabupaten, sejalan dengan Visi Misi Bupati Bandung berkenaan dengan Bangkit Edukatif Dinamis Agamis dan Sejahtera atau BEDAS," jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk syarat para pelaku UMKM yang ingin mendaftar ke program even rutin mingguan tersebut sederhana. "Bebas siapa saja bisa mendaftar untuk ikutan pameran disini. Tentunya ada kurasi kurasi yang dilakukan oleh tim kurator kami. Produk yang kira-kira bisa dikatakan layak, unik dan bisa diminati oleh masyarakat. Kita jual produk yang berbeda yang jarang ditemui di masyarakat enggak semua produk bisa masuk," ujarnya.
Rudi mengatakan target yang diinginkan Diskop UKM salah satunya program ini bagaimana caranya yang tadinya sepi sekarang bisa lebih ramai pengunjung. Dalam kegiatan pameran kemarin ada sekitar 30 tenan dan 60 pelaku usaha. Untuk menarik pengunjung beberapa produk yang harganya tadinya Rp. 30 ribu didiskon 10 persen, 15 persen bahkan ada yang hingga 50 persen.
"Kita tidak pernah menargetkan bahwa mereka harus diskon sesuai arahan dari kita, itu kemauan mereka sendiri. Ada 1.600 lembar voucher diskon kita distribusikan untuk hari ini tersebar ke suluruh perangkat daerah. Ini salah satu cara untuk menarik pengunjung datang kesini,
Selama berlangsungnya ajang ini, Rudi mengatakan tidak sedikit pelaku usaha yang menanyakan bagaimana mengelola SDM, modal dan pengembangan pasaran yang lebih luas.
"Dan inilah langkah konkrit kita, bisa langsung memberikan penjelasan kepada mereka. Petunjuk Pa Kadis sudah saya sampaikan semisal ada program prioritas, ini tolong difokuskan bagaimana caranya, straregi-strategi yang efektif untuk peningkatan ekonomi dan pemberdayaan koperasi di wilayah Kabupaten Bandung," pungkasnya.@gustav
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!