Donald Trump Ancam Hentikan Perdagangan dengan Spanyol Terkait Akses Pangkalan Militer

ED
Rabu, 4 Maret 2026 | 14:06 WIB
Bagikan
Donald Trump Ancam Hentikan Perdagangan dengan Spanyol Terkait Akses Pangkalan Militer

VISI.NEWS | BANDUNG Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman untuk menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Spanyol setelah pemerintah negara tersebut menolak memberikan akses penggunaan pangkalan militer bagi operasi Amerika Serikat di Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa waktu setempat.

Trump menyebut sikap Spanyol sebagai tindakan yang “buruk” dan menegaskan bahwa pemerintahannya memiliki kewenangan untuk memutus hubungan bisnis dengan negara tersebut.

“Kami tidak ingin berurusan dengan Spanyol. Saya bisa besok – atau hari ini juga – menghentikan semua yang berkaitan dengan Spanyol, seluruh bisnis dengan Spanyol,” ujarnya.

Meski demikian, belum jelas apakah ancaman tersebut benar-benar akan direalisasikan atau bagaimana mekanisme hukum yang dapat ditempuh Washington untuk membatasi perdagangan dengan salah satu negara anggota Uni Eropa. Sebagai bagian dari blok ekonomi tersebut, barang dan jasa bergerak bebas di antara 27 negara anggota, sehingga pembatasan terhadap satu negara saja berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum dan diplomatik yang kompleks.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, turut menyatakan bahwa secara hukum Amerika Serikat memiliki kewenangan untuk memberlakukan embargo terhadap produk impor dari Spanyol. Namun, Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, tidak memberikan pernyataan tegas ketika dimintai pandangannya oleh Presiden. Ia hanya menyebut bahwa rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut dan dapat digunakan apabila dianggap perlu untuk menjamin keamanan nasional dan ekonomi.

Ketegangan antara kedua negara juga dipicu oleh perbedaan sikap terkait anggaran pertahanan. Trump kembali menekan sekutu-sekutu NATO agar meningkatkan belanja pertahanan hingga lima persen dari produk domestik bruto (PDB), tuntutan yang ditolak pemerintah Spanyol. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, bahkan secara terbuka menyebut serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai intervensi militer yang tidak dapat dibenarkan dan melanggar hukum internasional.

Pemerintah di Madrid menegaskan bahwa jika Washington ingin meninjau ulang hubungan dagang, maka langkah tersebut harus tetap menghormati otonomi perusahaan swasta, hukum internasional, serta perjanjian bilateral antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Kanselir Jerman, Friedrich Merz, yang bertemu Trump pada hari yang sama, turut mengingatkan bahwa setiap kesepakatan dagang dengan Uni Eropa otomatis mencakup Spanyol sebagai bagian dari blok tersebut.

Berdasarkan data Biro Sensus AS, pada 2025 Amerika Serikat mengekspor barang senilai sekitar 26 miliar dolar AS ke Spanyol, sementara impor dari negara tersebut mencapai sekitar 21 miliar dolar AS. Produk utama ekspor Spanyol ke Amerika Serikat antara lain produk farmasi dan minyak zaitun.

Ancaman penghentian perdagangan ini menambah daftar panjang ketegangan diplomatik antara Washington dan sejumlah sekutu Eropa, terutama terkait kebijakan pertahanan dan respons terhadap konflik di Timur Tengah. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan keterangan resmi lanjutan mengenai kemungkinan penerapan sanksi dagang terhadap Spanyol. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.