Dompet Dhuafa Dukung Penuh Kedaulatan Palestina
Sebagian besar sumur air kota dilaporkan ditutup setelah menghabiskan cadangan bahan bakar mereka. Akses terhadap makanan (roti) sangat terbatas. Sejak 7 Oktober, 11 pabrik roti telah dihancurkan. Satu-satunya pabrik roti yang masih beroperasi di Gaza tetap tidak dapat menggiling gandum karena kurangnya listrik dan bahan bakar.
Melalui data dari Badan PBB yang menangani permasalahan kemanusiaa (UNOCHA) sejak tanggal 4/11/2023 terdapat 9.485 Jiwa meninggal dunia, 24.173 jiwa mengalami luka-luka, kurang lebih dari 260.000 unit rumah terdampak dan 1.500.000 Jiwa mengungsi.
Menurut Akbar Saddam, selaku Komunikasi & Kemitraan Strategis DMC Dompet Dhuafa, mengatakan, "Ini sungguh miris, kekejaman zionis dalam menyerang pusat-pusat kota bahkan mensasar camp-camp pengungsian menjadikan anak-anak dan wanita menjadi korban.
Melalui data tersebut terdapat 3.900 anak-anak dan 2.430 wanita telah gugur sahid atas serangan zionis ke wilayah Palestina. Sementara kebutuhan mendesak untuk penyintas meliputi paket makanan, kebersihan, hunian dan uang tunai.
Di sisi lain untuk penyintas yang mengalami luka-luka membutuhkan obat-obatan, alat medis dan untuk rumah sakit dibutuhkan obat-obatan dalam ketersediaan medis, ambulans dan bahan bakar sebagai kebutuhan penggerak energi. Dompet Dhuafa juga tengah merancang program-program jangka panjang untuk melakukan pemulihan di Gaza jika situasinya sudah membaik. Beberapa program yang tengah dirancang adalah rehabilitasi rumah sakit, penyediaan ambulans, sarana air bersih, dan hunian sementara berbentuk shelter dari container.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!