Dominasi VinFast: Mengubah Gaya Hidup Berkeliling di Filipina

ED
Kamis, 8 Januari 2026 | 04:43 WIB
Bagikan
Dominasi VinFast: Mengubah Gaya Hidup Berkeliling di Filipina

VISI.NEWS | MANILA - Beberapa tahun lalu, VinFast hanyalah sebuah nama asing yang muncul di tajuk berita otomotif global dan pameran luar negeri bagi warga Filipina. Mobil listrik asal Vietnam ini awalnya hanya dianggap sebagai rencana ambisius yang masih jauh dari jangkauan. Namun, memasuki awal tahun 2026, pemandangan di jalanan Metro Manila telah berubah total dengan kehadiran logo "V" yang kini mudah ditemui di setiap sudut kota.

Perubahan besar ini terlihat jelas di akhir tahun 2025, di mana ekosistem kendaraan listrik (EV) bukan lagi sekadar konsep. Para komuter kini bisa dengan mudah memesan taksi listrik Green GSM, mengendarai model VF 3 pribadi ke kantor, atau mengisi daya di stasiun eksklusif V-Green saat sedang berbelanja. Kehadiran infrastruktur yang masif ini membuat mobil listrik perlahan mulai menggeser dominasi kendaraan berbahan bakar bensin di jalanan publik.

Bagi banyak orang, pengenalan terhadap merek ini terjadi secara alami melalui paparan visual yang konsisten. "Awalnya saya tidak tahu itu model apa, tapi saya terus melihat logo yang sama di berbagai mobil," ujar Mark, seorang kurir di Makati. Pengakuan ini menunjukkan bahwa VinFast berhasil bertransformasi dari merek yang tidak dikenal menjadi kendaraan yang tidak mungkin dilewatkan dalam rutinitas harian masyarakat urban.

Keberhasilan ini didorong oleh strategi penempatan yang tepat sasaran di tengah lambatnya adopsi EV di Asia Tenggara. VinFast tidak hanya memajang unit di mal, tetapi juga memastikan mobil mereka hadir di area perumahan, tempat parkir kantor, dan jalan raya utama. Kehadiran yang konsisten ini membangun kepercayaan konsumen Filipina yang sebelumnya sempat ragu terhadap ketersediaan fasilitas pengisian daya dan layanan purnajual.

Data praktis mulai berbicara ketika para pemilik berbagi pengalaman mengenai efisiensi biaya. Paul Reyes, seorang fotografer, mengaku telah menghemat sekitar 90.000 peso (sekitar Rp25 juta) dalam setahun setelah beralih ke model VF 3. Baginya, keputusan beralih ke mobil listrik bukan lagi soal teori lingkungan, melainkan murni tentang penghematan biaya operasional harian yang sangat signifikan dibandingkan mesin diesel.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.