Dokter Ingatkan Kafein dan Minuman Manis Tak Gantikan Air Putih

Desi Rossilawati
Rabu, 16 September 2026 | 10:41 WIB
Bagikan
Dokter Ingatkan Kafein dan Minuman Manis Tak Gantikan Air Putih

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWSDokter spesialis gizi klinik dr. Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K menilai kafein hingga minuman manis tidak dapat menggantikan kebutuhan air putih untuk hidrasi, terutama saat cuaca panas yang berisiko memicu dehidrasi.

“Tidak bisa karena minuman-minuman tersebut justru berisiko memperparah dehidrasi saat cuaca panas,” kata Putri dalam keterangannya dikutip, Rabu (16/9/2026).

Putri mengatakan kandungan kafein seperti pada kopi dan teh pekat memiliki efek diuretik ringan, yaitu merangsang ginjal mengeluarkan cairan lebih cepat melalui urine.

Sementara itu, minuman dengan kadar gula tinggi dapat menarik cairan keluar dari sel-sel tubuh ke saluran pencernaan. Kondisi tersebut membuat tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk memproses gula sehingga rasa haus lebih cepat muncul.

Minuman Energi Berisiko Saat Cuaca Panas

Putri juga mengingatkan konsumsi minuman berenergi saat cuaca panas. Minuman tersebut umumnya mengandung kafein dan gula dalam jumlah tinggi.

“Minuman berenergi memiliki komposisi tinggi kafein dan gula memberi beban ganda pada kerja jantung dan ginjal saat suhu lingkungan sedang panas,” ujar dokter gizi lulusan Universitas Indonesia itu.

Untuk mencegah dehidrasi, Putri menyarankan masyarakat menerapkan prinsip minum sebelum merasa haus. Asupan cairan juga perlu ditingkatkan ketika melakukan aktivitas di tengah cuaca terik.

“Bawa botol minum atau tumbler sendiri, siapkan target minimal 2 hingga 2,5 liter per hari, dan tambahkan porsinya jika beraktivitas berat di bawah terik matahari,” tuturnya.

Selain air putih, kebutuhan cairan dan mineral dapat dibantu dengan mengonsumsi buah serta sayuran yang memiliki kandungan air tinggi, seperti semangka, melon, jeruk, timun, selada, dan sup berkuah bening.

Gunakan Pakaian Ringan dan Pelindung Matahari

Selain mencukupi kebutuhan cairan, Putri menyarankan masyarakat mengenakan pakaian berbahan katun yang ringan, longgar, dan berwarna terang. Menurutnya, warna gelap menyerap panas lebih banyak.

“Gunakan pelindung fisik seperti pakai topi bertepi lebar atau payung, kacamata hitam, serta sunscreen agar suhu tubuh tidak cepat naik akibat paparan sinar matahari langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Putri menjelaskan suhu udara yang tinggi saat musim kemarau dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sebagai mekanisme alami untuk mendinginkan tubuh atau termoregulasi.

Udara kering juga dapat mempercepat penguapan cairan tubuh melalui pernapasan dan kulit tanpa disadari atau insensible water loss.

“Jika cairan yang keluar tidak segera digantikan, tubuh akan mengalami defisit cairan atau dehidrasi,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut berkaitan dengan El Nino yang diperkirakan baru mulai meluruh pada awal 2027.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.