Doa Nabi Ibrahim AS dalam Al-Qur’an yang Bisa Diamalkan Sehari-hari
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ
Arab latin: Wa qāla rabbukumud'ūnī astajib lakum, innal-lażīna yastakbirūna 'an 'ibādatī sayadkhulūna jahannama dākhirīn(a).
Artinya: Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina."
Dalam hal berdoa, Nabi Ibrahim AS menjadi sosok teladan yang luar biasa. Doa-doanya yang diabadikan dalam Al-Qur’an bukan hanya menunjukkan kedekatannya dengan Allah, tetapi juga menjadi panduan spiritual yang relevan bagi umat Islam hingga hari ini. Berikut lima doa Nabi Ibrahim yang sarat makna dan bisa menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari:1. Memohon Hikmah dan Surga (QS Asy-Syu'ara: 83–85)
رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ ۙ ٨٣ وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ ٨٤ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ۙ ٨٥
Arab-latin: Rabbi hab lî ḫukmaw wa al-ḫiqnî bish-shâliḫîn, waj'al lî lisâna shidqin fil-âkhirîn, waj'alnî miw waratsati jannatin-na'îm.
Artinya: "Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku hukum (ilmu dan hikmah) dan pertemukanlah aku dengan orang-orang shalih. jadikanlah aku sebagai buah tutur yang baik di kalangan orang-orang (yang datang) kemudian. Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan."
2. Doa agar Keberkahan Hati di Hari Pembalasan (QS Asy-Syu’ara: 87–89)
وَلَا تُخْزِنِيْ يَوْمَ يُبْعَثُوْنَۙ ٨٧ يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ ٨٨ اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ ٨٩
Arab-latin: Wa lâ tukhzinî yauma yub'atsûn, yauma lâ yanfa'u mâluw wa lâ banûn, illâ man atallâha biqalbin salîm.
Artinya: "Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. Yaitu pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."3. Permohonan agar Anak Keturunan Rajin Sholat (QS Ibrahim: 40)
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ ٤٠
Arab-latin: Rabbij'alnî muqîmash-shalâti wa min dzurriyyatî rabbanâ wa taqabbal du'â'
Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."4. Memohon Keamanan Negeri dan Rezeki yang Berkah (QS Al-Baqarah: 126)
... رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ...
Arab-latin: ... Rabbij'al hâdzâ baladan âminaw warzuq ahlahû minats-tsamarâti man âmana min-hum billâhi wal-yaumil-âkhir...
Artinya: " ...Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan (hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan) kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir..."5. Doa Meminta Keturunan yang Saleh (QS As-Shaffat: 100)
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Arab-latin: Rabbi hablii minash shaalihiin.
Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang sholeh." @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!