Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026

Ditentang, Parlemen Jerman Wajibkan Anak-anak Migran Berbahasa Jerman di Sekolah

ED
Sabtu, 14 Januari 2023 | 06:54 WIB
Bagikan
Ditentang, Parlemen Jerman Wajibkan Anak-anak Migran Berbahasa Jerman di Sekolah

VISI.NEWS | JERMAN - Anak-anak imigran yang bersekolah di Jerman hanya boleh berbicara bahasa Jerman di lingkungan sekolah, kata seorang anggota parlemen konservatif.

Mario Czaja, sekretaris jenderal Persatuan Demokrasi Kristen, menyatakan bahwa banyak imigran yang kurang terintegrasi ke dalam masyarakat karena keterampilan bahasa Jerman yang tidak memadai, dan menyerukan langkah-langkah baru di sekolah.

"Perhatian harus diberikan untuk memastikan bahwa bahasa Jerman adalah bahasa utama yang digunakan di sekolah. Bahasa selain bahasa Jerman tidak dapat diterima untuk digunakan di halaman sekolah," kata Czaja kepada surat kabar Die Welt.

Politisi senior dari partai oposisi utama Jerman berpendapat bahwa lebih banyak ahli bahasa, pekerja sosial, dan pendidik harus dipekerjakan untuk sekolah di tempat-tempat di mana banyak migran tinggal.

"Guru dan administrasi sekolah harus memastikan bahwa siswa berbicara bahasa kita. Jika tidak, masyarakat paralel akan berkembang mulai dari sekolah," tegasnya.

Organisasi imigran mengkritik pernyataan kontroversial Czaja yang menggemakan saran sebelumnya oleh politisi sayap kanan yang menyerukan pelarangan berbicara bahasa asing di halaman sekolah.

Berin Arukaslan, salah satu ketua asosiasi orang tua Turki di Berlin-Brandenburg, menggarisbawahi bahwa berbicara dalam bahasa ibu adalah hak asasi manusia yang mendasar yang dijamin oleh konstitusi.

"Kami sangat menentang saran ini. Ini tidak masuk akal," katanya kepada Anadolu Agency (AA), menambahkan bahwa pengadilan Jerman di masa lalu memutuskan untuk melarang penggunaan bahasa ibu di koridor sekolah.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.