Ditembak dan Gading Hilang, Kematian Gajah Sumatera di Riau Jadi Ujian Serius Penegakan Hukum Lingkungan
Selain balistik, tim forensik juga memeriksa kemungkinan racun di sekitar lokasi. Hasilnya menyingkirkan dugaan tersebut.
“Kami telah melakukan tes pendahuluan dengan tes kit bahwa dari barang tersebut negatif sianida dan merkuri. Bahwa indikasi keracunan tidak ada,” kata Ungkap.
Dari sisi konservasi, BKSDA Riau menilai kondisi temuan mengarah kuat pada kejahatan terhadap satwa dilindungi. Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita, mengatakan proyektil ditemukan bersarang di tengkorak.
“Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak,” ujarnya.
Ia juga memastikan gajah diperkirakan telah mati sekitar sepuluh hari sebelum ditemukan.
Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau, Sanggara Yudha, menegaskan kasus ini bukan pelanggaran biasa.
“Kejadian ini merupakan kejadian yang serius dan dengan hilangnya bagian wajah dari gajah mengindikasikan adanya perburuan liar,” katanya dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Pekanbaru.
Ia menegaskan sikap tegas pemerintah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!