Dishub Kabupaten Bandung Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Bojongsoang untuk Atasi Kemacetan
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menerapkan program rekayasa lalu lintas (lalin) di ruas Jalan Raya Bojongsoang sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur penghubung antara Kota dan Kabupaten Bandung.
Jalan Raya Bojongsoang diketahui menjadi salah satu titik rawan kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, akibat banyaknya simpang kecil dan volume kendaraan yang tinggi. Titik kemacetan paling parah biasanya terjadi mulai dari Exit Tol Buah Batu hingga persimpangan Jalan Cikoneng.
Untuk membantu mengurai kemacetan tersebut, Dishub Kabupaten Bandung melakukan rekayasa lalin dengan menyiagakan petugas di titik rawan kepadatan setiap hari.
Petugas Dishub ini membantu mengarahkan kendaraan di mana pada jam sibuk pagi hari sekira pukul 06.30–09.00 WIB diterapkan rekayasa lalin berupa penyediaan 3 lajur untuk dilintasi kendaraan dari arah Bojongsoang ke Kota Bandung, dan 1 lajur ke Bojongsoang.
Sedangkan saat jam sibuk sore hari tepatnya sekira pukul 16.00 sampai 19.00 WIB, disediakan 3 lajur kendaraan arah dari Kota Bandung ke Bojongsoang, dan 1 lajur ke Kota Bandung. Petugas Dishub juga bersiaga membantu penerapan rekayasa lalin ini.
Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Hilman Kadar, menjelaskan pihaknya telah menyiagakan petugas di sejumlah titik padat dan menerapkan pola lalu lintas baru dengan sistem tiga lajur satu arah pada waktu tertentu.
“Sudah sejak hampir satu tahun lalu, ada penebalan anggota di sana dan rekayasa lalin. Pertama, rekayasa untuk pagi hari atau jam sibuk pukul 06.30, ruas Jalan Bojongsoang kita berikan 3 lajur arah ke Kota Bandung. Sore harinya dibalik, jadi yang 3 lajur dari Kota Bandung menuju Baleendah,” kata Hilman Kadar, dikutip dalam keterangannya, Sabtu (1/11/2025).
Hilman berharap, dengan solusi jangka pendek tersebut, kepadatan arus kendaraan dapat lebih cepat terurai sehingga tingkat kemacetan bisa ditekan.
Selain itu, ia menyebut, pihaknya juga telah melengkapi perlengkapan jalan. Keberadaan perlengkapan jalan ini juga diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan pengendara.
“Kita lengkapi terkait perlengkapan-perlengkapan jalan seperti marka jalan, rambu-rambu petunjuk lalu lintas, dan ada warning light,” ucapnya.
Sebelumnya, pada (/1/1/2025) lalu, Hilman menyampaikan bahwa rekayasa lalin dengan penyediaan tiga lajur pada pagi dan sore hari di kawasan Jalan Raya Bojongsoang akan diterapkan mulai Kamis, 16 Januari 2025.
Selain rekayasa lalin, dirancang juga upaya pembangunan flyover di atas Jalan Raya Bojongsoang, dari depan Transmart sampai Podomoro.
Namun saat itu ia menyebut rencana pembangunan flyover ini masih dalam tahap kajian yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Adapun pada penerapan rekayasa lalin, Dishub Kabupaten Bandung menyebar anggota dari Cikoneng sampai perempatan yang akan masuk ke Gerbang Tol Soroja.
Rekayasa lalin akan dilakukan pada jam sibuk yaitu pukul 06.00 sampai 09.00, dan 16.00 sampai 19.00 WIB.
Dalam rekayasa lalin ini, Dishub akan bekerja sama dengan pihak Kepolisian yang dilengkapi pemasangan traffic cone dan water barrier. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!