BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

Disdik Sukabumi Ungkap Faktor Penyebab Banyaknya Kelas SD-SMP yang Rusak

Desi Rossilawati
Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB
Bagikan
Disdik Sukabumi Ungkap Faktor Penyebab Banyaknya Kelas SD-SMP yang Rusak

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena./visi.news/Andri.

VISI.NEWS | SUKABUMI - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena menyatakan tidak sedikit bangunan sekolah SD maupun SMP di Kabupaten Sukabumi yang tergolong bangunan tua sebab dibangun tahun 80-an.

Hal itu disampaikan Deden saat menanggapi banyaknya ruang kelas yang mengalami kerusakan. Menurutnya, faktor usia bangunan menjadi salah satu penyebab utama banyaknya ruang kelas yang kini rusak.

“Yang pertama memang sudah lama, dari sisi bangunan mulai tahun 80-an belum terintervensi perbaikan,” ujar Deden.

Selain dipengaruhi usia bangunan, Deden menyebut kerusakan ruang kelas juga disebabkan kurangnya pemeliharaan. Ia mengatakan, masih ada sekolah yang tidak segera melakukan perbaikan saat muncul kerusakan ringan, seperti atap bocor.

Akibatnya, kebocoran yang dibiarkan terus-menerus membuat material bangunan menjadi lapuk. Kondisi tersebut, kata dia, menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan lebih parah hingga bagian atap ambruk.

“Yang kedua juga dari sisi pemeliharaan rutin. Awalnya dari bocor, kemudian kena kayu dan lapuk,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan kepada pihak sekolah agar tidak mengabaikan setiap kerusakan kecil yang terjadi pada bangunan sekolah. Menurutnya, perbaikan ringan bisa segera dilakukan melalui dana pemeliharaan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sementara itu berdasarkan data Disdik Kabupaten Sukabumi terdapat ribuan ruang kelas jenjang SDN dan SMP dalam kondisi rusak dengan berbagai kategori, dari rusak berat sampai ringan.

Berdasarkan data, pada jenjang SD terdapat 2.517 ruang kelas rusak ringan, 2.969 rusak sedang, dan 952 rusak berat. Sementara itu, 1.977 ruang kelas dalam kondisi baik.

Untuk jenjang SMP, tercatat 913 ruang kelas mengalami rusak ringan, 933 rusak sedang, dan 162 rusak berat. Adapun 1.228 ruang kelas lainnya masih berada dalam kondisi baik. @andri 

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.