Disdik: 6.178 Sekolah di Jatim Siap Ikuti TKA Nasional 2025
Menurutnya, TKA dapat menjadi alat validasi nilai rapor dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tanpa menggantikan instrumen seleksi yang sudah ada, termasuk dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
"Manfaatnya tidak hanya sebagai validator nilai rapor saja, lewat TKA sekolah, murid maupun kami di Dinas Pendidikan bisa melihat bagaimana capaian keberhasilan ilmu yang sudah diberikan bapak-ibu guru. Dengan TKA, baik sekolah maupun murid akan mempersiapkan diri dengan sangat matang. Karena hasil nilainya akan mereka gunakan juga untuk masuk perguruan tinggi," katanya.
Sementara itu Kepala BSKAP Toni Toharudin menyebut total peserta TKA mencapai 3,5 juta orang. Dari jumlah itu, peserta dari jenjang SMA mencapai 1,75 juta, disusul SMK sebanyak 1,59 juta, dan MA 506 ribu peserta.
"Dengan lebih dari 3,5 juta peserta, kita melihat semangat kolaborasi yang kuat dari sekolah, pemerintah daerah, hingga siswa. Inilah modal penting agar pelaksanaan TKA berjalan lancar di seluruh wilayah," ujar Toni.
Sebagian besar satuan pendidikan juga disebut telah siap melaksanakan TKA secara daring. Sebanyak 67,9 persen akan menggunakan moda daring, 12,2 persen semi daring, dan sisanya masih dalam tahap finalisasi.
Pelaksanaan TKA akan menguji mata pelajaran wajib yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Untuk mata pelajaran pilihan, peserta dapat memilih dua sesuai minat atau karir, seperti Matematika Tingkat Lanjut, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan lain-lain.
Terdapat pula mata pelajaran Bahasa tingkat lanjut seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta bahasa asing lainnya seperti Jepang, Mandarin, Arab, Korea, Prancis, dan Jerman. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!