Dirut Mahajaya Blak-blakan: "Mari Kita Sama-sama Bangun Desa"
ED
Editor
M Purnama Alam
Rabu, 8 April 2026 | 07:24 WIB
Direktur Utama PT Mahajaya, Beta Pratista. /visi.news/abiel santoso
VISI.NEWS | BANDUNG – Direktur Utama PT Mahajaya, Beta Pratista, melontarkan pernyataan menarik saat penandatanganan kerja sama pemberdayaan ekonomi desa dengan Pemerintah Desa Mekarjaya di Bale Desa Mekarjaya, Selasa (7/4/2026). Di hadapan Kepala Desa Dindin Rusad dan jajaran, Beta menegaskan bahwa dirinya tidak datang untuk mencari keuntungan jangka pendek, melainkan membawa visi besar membangun potensi desa secara menyeluruh.
Dalam pemaparannya, Beta mengungkapkan bahwa salah satu fokus awal kerja sama adalah pengembangan tanaman herbal yang akan diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi. Produk tersebut dirancang dalam bentuk minyak, ekstrak, hingga bahan seduhan yang siap dipasarkan. “Kita sudah berpikir ke sana. Tinggal bagaimana kita wujudkan secara bertahap,†ujarnya.
Ia menilai kondisi desa saat ini sangat memungkinkan untuk pengembangan tersebut, termasuk dari sisi akses dan infrastruktur. Meski masih ada keterbatasan, Beta tidak menganggap hal itu sebagai hambatan besar. “Saya tidak pernah melihat jalan sebagai masalah. Seiring waktu, itu bisa diperbaiki bersama,†katanya optimistis.
Lebih jauh, Beta menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar proyek bisnis, melainkan langkah awal dari cita-cita besar yang telah dirancang sejak pertemuan sebelumnya. Ia menyebut penandatanganan ini sebagai tahap legal formal sebelum masuk ke perencanaan teknis seperti jenis tanaman, pengelolaan lahan, hingga pembagian peran masing-masing pihak.
Konsep utama yang diusung, menurut Beta, adalah percepatan hasil ekonomi bagi desa. Ia ingin program yang dijalankan mampu menghasilkan pendapatan dalam waktu relatif singkat agar bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kalau bisa cepat panen, cepat jadi duit, supaya bisa masuk ke kas desa,†tegasnya.
Terkait skema kerja sama, Beta mengakui adanya pembahasan mengenai pembagian porsi. Namun ia memastikan angka tersebut masih fleksibel dan bisa disesuaikan. Bahkan, ia membuka peluang adanya subsidi dari pihak lain demi menjaga keseimbangan dan keberlanjutan program.
Tak hanya fokus pada ekonomi, Beta juga membawa misi sosial melalui transfer ilmu kepada masyarakat desa. Ia menekankan pentingnya edukasi, terutama di bidang teknologi informasi dan media sosial, agar warga mampu memasarkan produk mereka secara mandiri. “Bukan berarti warga tidak mampu, tapi kita berbagi pengetahuan agar lebih berkembang,†jelasnya.
Dalam rencana jangka panjang, Beta bahkan mengungkapkan niatnya membangun pesantren hafiz gratis di Desa Mekarjaya. Program ini disebut sebagai bagian dari kontribusi sosial yang tidak berorientasi pada keuntungan. “Tidak ada paksaan, tidak harus bayar. Ini murni niat untuk masyarakat,†ujarnya.
Selain itu, pengembangan kawasan juga akan mencakup sektor wisata dan kuliner. Rencana pembangunan camping ground, area kuliner, hingga jalur olahraga seperti jogging track menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya tarik desa. Beta memastikan bahwa warga lokal akan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan usaha tersebut.
Ia juga menyinggung potensi kenaikan harga lahan sebagai dampak dari pengembangan kawasan. Namun menurutnya, hal itu adalah risiko yang siap dihadapi selama manfaatnya kembali kepada masyarakat. “Yang penting semua dapat manfaat. Ini bukan soal saya untung, tapi desa harus maju,†katanya.
Di akhir pernyataannya, Beta menegaskan bahwa langkah ini adalah awal dari perjalanan panjang. Ia berkomitmen untuk membangun secara bertahap, mulai dari pembukaan akses jalan, pengelolaan lahan, hingga pembentukan sistem ekonomi desa yang berkelanjutan. “Pelan-pelan, tapi pasti. Insya Allah mimpi ini kita wujudkan bersama,†pungkasnya.
@ihda/abiel
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!