Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Gelar Uji Keterbacaan Instrumen AKMI
VISI.NEWS | JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar uji keterbacaan instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI). Langkah ini bertujuan memastikan bahwa instrumen yang digunakan dalam AKMI dapat dipahami dengan baik oleh para siswa madrasah. Uji keterbacaan dilaksanakan pada 5 - 9 Agustus 2024 di 16 provinsi terpilih, termasuk Bali, Banten, Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kep. Bangka Belitung, Maluku Utara, NTB, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
Kegiatan ini melibatkan tim ahli dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, tenaga pendidik, dan perwakilan siswa dari madrasah jenjang MI, MTs, dan MA. Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menekankan pentingnya uji keterbacaan dalam memastikan kualitas dan efektivitas instrumen AKMI. "Kami ingin memastikan bahwa semua siswa madrasah dapat memahami dengan baik setiap butir soal yang ada dalam AKMI. Oleh karena itu, uji keterbacaan ini sangat krusial untuk menciptakan instrumen yang adil untuk semua peserta dengan latar belakang yang berbeda-beda," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/7/2024).
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Mochamad Sidik Sisdiyanto, menambahkan bahwa tujuan uji keterbacaan ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami soal-soal AKMI. "Dengan uji keterbacaan, kami dapat memperoleh masukan langsung dari siswa mengenai kendala yang mereka alami. Hal ini akan membantu kami dalam menyempurnakan instrumen AKMI sehingga lebih mudah dipahami oleh semua siswa," jelas Sidik Sisdiyanto.
Selain uji keterbacaan, Tim AKMI juga telah melakukan uji validasi instrumen AKMI. Uji validasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap butir soal dalam instrumen AKMI memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Dengan demikian, hasil asesmen yang diperoleh dapat dipercaya dan mencerminkan kompetensi sebenarnya dari para siswa madrasah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!