Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Dikenai Tarif Ekspor Baru oleh AS, Prabowo: Indonesia Harus Cari Pasar Baru

Desi Rossilawati
Senin, 7 April 2025 | 19:30 WIB
Bagikan
Dikenai Tarif Ekspor Baru oleh AS, Prabowo: Indonesia Harus Cari Pasar Baru
VISI.NEWS | BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia harus mulai mencari pasar ekspor baru setelah kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat terhadap sejumlah produk Indonesia, seperti tekstil, sepatu, dan furniture, mencapai 32 persen. Ia mengakui kebijakan yang didorong oleh pemerintahan Trump itu akan berdampak serius terhadap industri padat karya di dalam negeri. "Tapi kita akan cari jalan keluar. Kita harus berani mencari pasar baru," ujar Prabowo saat wawancara dengan tujuh jurnalis senior di Hambalang, Minggu (6/4/2025). Menurut Prabowo, selama ini Indonesia terlalu bergantung pada pasar Amerika. Sistem ekonomi kapitalisme global yang diajarkan dan dipaksakan oleh AS telah diikuti sejak lama, bahkan sejak era 1950-an. Namun kini, kata dia, sudah waktunya Indonesia dan ASEAN bersikap lebih mandiri. "Setiap negara harus mengurus dirinya sendiri. Tapi banyak orang mengatakan juga bahwa Amerika memaksa semua negara untuk cari pilihan lain," jelasnya. Untuk merespons kebijakan tersebut, Prabowo berencana mengirim Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto ke Washington pada awal Mei guna melakukan negosiasi langsung. Pemerintah juga telah membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh di ibu kota AS sebagai bagian dari strategi diplomasi ekonomi. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.