Dikenai Tarif Ekspor Baru oleh AS, Prabowo: Indonesia Harus Cari Pasar Baru
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 7 April 2025 | 19:30 WIB
VISI.NEWS | BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia harus mulai mencari pasar ekspor baru setelah kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat terhadap sejumlah produk Indonesia, seperti tekstil, sepatu, dan furniture, mencapai 32 persen.
Ia mengakui kebijakan yang didorong oleh pemerintahan Trump itu akan berdampak serius terhadap industri padat karya di dalam negeri.
"Tapi kita akan cari jalan keluar. Kita harus berani mencari pasar baru," ujar Prabowo saat wawancara dengan tujuh jurnalis senior di Hambalang, Minggu (6/4/2025).
Menurut Prabowo, selama ini Indonesia terlalu bergantung pada pasar Amerika. Sistem ekonomi kapitalisme global yang diajarkan dan dipaksakan oleh AS telah diikuti sejak lama, bahkan sejak era 1950-an.
Namun kini, kata dia, sudah waktunya Indonesia dan ASEAN bersikap lebih mandiri.
"Setiap negara harus mengurus dirinya sendiri. Tapi banyak orang mengatakan juga bahwa Amerika memaksa semua negara untuk cari pilihan lain," jelasnya.
Untuk merespons kebijakan tersebut, Prabowo berencana mengirim Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto ke Washington pada awal Mei guna melakukan negosiasi langsung. Pemerintah juga telah membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh di ibu kota AS sebagai bagian dari strategi diplomasi ekonomi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!