Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026

Diduga Korsleting, Bengkel dan Gudang Spare Part di Cengkareng Terbakar

Desi Rossilawati
Sabtu, 4 April 2026 | 09:07 WIB
Bagikan
Diduga Korsleting, Bengkel dan Gudang Spare Part di Cengkareng Terbakar

VISI.NEWS | JAKARTA - Kebakaran melanda sebuah bengkel sekaligus gudang suku cadang di Jalan Cendrawasih Raya, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Jumat (3/4/2026) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan seluruh isi bangunan tiga lantai, sementara proses pendinginan masih berlangsung hingga Sabtu (4/4/2026) pagi.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menyebut pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 21.42 WIB.

"Langsung pengerahan unit dan personel sebanyak 20 unit mobil pemadam dengan 100 personel untuk mengatasi kebakaran di area seluas kurang lebih 560 meter persegi," ucap Syaiful saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/4/2026) pagi.

Tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 21.47 WIB dan langsung memulai operasi pemadaman satu menit kemudian.

Api berhasil dilokalisir pada pukul 23.00 WIB. Namun, proses pendinginan masih terus berlangsung hingga Sabtu pagi.

"Sampai saat ini pukul 08.30 WIB di lokasi masih terus proses pendinginan," kata Syaiful.

Menurut Syaiful, kebakaran diduga bermula dari percikan api pada kabel udara yang terlihat warga sekitar pukul 21.35 WIB. Dalam hitungan menit, api membesar dan merambat ke dalam gudang hingga sulit dikendalikan.

Warga pun bergegas melaporkan kejadian tersebut ke pos pemadam kebakaran terdekat. Saat petugas tiba, api dilaporkan sudah membesar di dalam bangunan.

Syaiful mengungkapkan, banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang membuat api cepat meluas hingga meludeskan seluruh isi bangunan.

"Habis semua itu spare part di dalam enggak kesisa, hangus. Karena bangunan itu kan tiga lantai, nah bangunan lantai tiganya ambruk ke lantai dua temboknya," ungkap Syaiful.

Ia menambahkan, proses pemadaman sempat terkendala karena banyaknya oli yang ikut terbakar serta reruntuhan bangunan yang menutupi bara api.

"Makanya memang proses pemadaman juga kendalanya satu karena dia spare part ya, banyak oli yang terbakar jadi sulit dipadamin, apinya bandel," kata dia.

Selain itu, banyaknya titik api yang tertimbun di bawah reruntuhan tembok membuat proses pemadaman berjalan lebih lama.

Beberapa kali, titik api kembali muncul setelah sempat dipadamkan, sehingga proses pendinginan berlangsung hingga dini hari.

"Jadi memang statusnya ke kuning ya, lokalisir api itu lumayan cepat, tapi pendinginannya yang lama sampai dini hari," jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran, Syaiful menyebut dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.

Namun, berdasarkan keterangan warga, percikan api diduga berasal dari kabel udara di luar bangunan.

"Nah, kalau penyebab itu kan kami cuma bisa mencari informasi dari saksi-saksi warga sekitar ya, menurut warga sekitar sih begitu (awalnya api dari kabel udara di luar)," ucap Syaiful.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

"Kan saya juga enggak ada di lokasi, pas damkar tiba itu api sudah nyala di dalam juga. Nanti yang penyebab pastinya itu dari INAFIS masih diselidiki," tuturnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.